Gempa Pidie Jaya, Pemkab Serahkan Renovasi pada Warga

"Pemerintah daerah sekadar mengawasi apakah benar-benar dana tersebut digunakan untuk rehab rumah,"

Senin, 12 Des 2016 20:10 WIB

Bangunan kelas yang hancur akibat gempa bumi di SMK Negeri 1 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (10/12). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Pidie Jaya- Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mengatakan renovasi rumah akibat gempa akan diserahkan kepada warga. Para korban akan diberikan dana bantuan dari pemerintah pusat yang ditransfer langsung ke rekening.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan   tidak akan memfasilitasi renovasi rumah secara massal. Sebab rumah yang rusak akibat gempa mencapai ribuan. Kata dia, Pemda hanya akan mengawasi penggunaan dana pemerintah pusat.

"Kalau menurut prediksi kami -karena ini kan dana dari pusat- maka pemerintah daerah sekadar mengawasi apakah benar-benar dana tersebut digunakan untuk rehab rumah," terangnya kepada KBR, Senin (12/12/2016) malam.

"Sehingga dapat ditempati kembali tidak terjadi pengungsian di mana-mana," katanya lagi.

Said menambahkan, saat ini  sedang mendata rumah warga yang rusak, baik jumlah maupun tingkat kerusakannya. Kata dia, seluruh data yang dikumpulkan itu akan dilaporkan dalam bentuk SK Bupati yang diperkirakan selesai 2 hari lagi. Data tersebut akan jadi patokan presiden untuk memberikan bantuan.

"Ini hasil verifikasi tim kami ke 8 kecamatan, termasuk laporan masyarakat," terangnya.

Sementara itu, warga Pidie Jaya, Aceh, korban gempa mengatakan dana bantuan pemerintah untuk renovasi rumah terlalu kecil. Warga Meureudu, Azmi Yudha Zulfikar, mengatakan angka 20-40 juta Rupiah tidak sebanding dengan harga rumahnya. Sebab, di desanya sebuah rumah bisa mencapai 80 juta Rupiah.

"Sebenarnya tidak cukup. Karena kalau kita bandingkan dengan rumah yang kita huni, yang paling sederhana saja sekitar 70 juta," terangnya kepada KBR, Senin (12/12/2016) malam.
 
"Setidaknya untuk bantuan ya alhamdulillah. Tapi harapannya, minimal satu hunian bantuan biasa itu kira-kira 70-80," jelasnya lagi.
 
Azmi juga meminta pemerintah daerah memberikan sosialisasi terkait rumah yang tahan gempa. Sebab, kata dia, hanya sedikit warga yang tahu tentang bangunan tahan gempa.
 
"Sebagian besar (warga) tidak terlalu mempersoalkan. Mereka biasa saja saat membangun rumah," katanya lagi.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan akan menyalurkan bantuan dana bagi warga Pidie Jaya untuk merenovasi rumah. Rumah yang rusak berat akan mendapatkan 40 juta rupiah sementara yang rusak sedang 20 juta rupiah.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!