Sejumlah warga melihat masjid yang runtuh akibat gempa 6.5 SR, di Meuredu, Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Korban luka yang menjadi korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya tadi pagi, mulai dirujuk ke luar kabupaten. Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan, di kabupatennya hanya ada satu rumah sakit daerah, dengan keterbatasan dokter dan peralatan medis.

Kata Said, pemkab sudah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar dapat  membawa korban luka ke luar kabupaten.

"Layanan kesehatan sudah full semuanya, di aparatur kita di Pidie Jaya sudah full menanganinya, dan akan segera dievakuasi ke luar daerah untuk yang berat. (Layanan medis sudah cukup?) Rumah sakit kita tidak bisa lakukan, karena sebenarnya sedikit rusak karena gempa dan masyarakat juga tidak berani di dalam rumah sakit. Sehingga, terpaksa ditangani di luar rumah sakit. Dokter juga terbatas, karena rumah sakit di kabupaten pemekaran. Ini sudah dikoordinasikan dengan yang di provinsi, dan sudah mulai bergerak," kata Said kepada KBR, Rabu (07/12/16).

Said mengatakan,  korban dengan luka berat akan segera dirujuk ke kabupaten tetangga, seperti ke Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. Sebagian akses ke luar dan menuju Pidie Jaya, kata Said, memang mengalami kerusakan berupa retak-retak. Namun, kata dia, beberapa kendaraan masih dapat melintas, terutama yang mengangkut korban luka.

Adapun korban luka ringan, kata Said, langsung ditangani oleh petugas di RSUD Pidie Jaya dibantu Palang Merah Indonesia. Selain itu, ada pula petugas di berbagai Puskesmas di Pidie Jaya yang juga diterjunkan untuk merawat korban luka. Laporan dari Saiful kontributor KBR di Pidie Jaya jumlah korban mencapai 40 orang dan ratusan lainnya luka. 

Pagi ini, terjadi gempa pada pukul 05.03, berpusat pada koordinat 5.19 Lintang Utara dan 96.36 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa 6.5 SR  dirasakan hampir di seluruh wilayah Aceh, terutama Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kabupaten Bireuen. 

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!