Gempa Pidie Jaya, Kampus Institut Agama Islam Al Aziziyah Runtuh

Kampus Institut Agama Islam Al Aziziyah mengalami kerusakan parah akibat gempa yang terjadi subuh tadi.

Rabu, 07 Des 2016 12:05 WIB

Masjid Ulee Glee di Kec. Bandar Baru Kab Pidie Jaya runtuh akibat gempa 6.5 SR di Pidie Jaya. Foto: Twitter BNPB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Kampus Institut Agama Islam Al Aziziyah mengalami kerusakan parah akibat gempa yang terjadi subuh tadi. Rektor IAI Al Aziziyah Tgk. Muntasir mengatakan, kampusnya berada di Kabupaten Bireuen, yang merupakan salah satu kabupaten dengan dampak gempa terbesar. Kata dia, gedung utama kampusnya sampai runtuh dan tak dapat digunakan lagi.

"Gedung kampus utama, gedung rektorat, berikut dengan ada perpustakaan, kantor-kantor dekan, satu gedung itu runtuh. Semua fakultas, ada tiga fakultas, kantornya di satu gedung tersebut. Lantai satu runtuh, dan lantai yang lain ikut turun. Tetapi kondisinya memang sudah tidak bisa digunakan lagi," kata Muntasir kepada KBR, Rabu (07/12/16).

Muntasir mengatakan, saat ini proses evakuasi dibantu TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kata dia, kini pihak kampus tengah memikirkan strategi menyelamatkan data-data penting yang tertimbun reruntuhan gedung.

Muntasir berujar,tercatat puluhan korban luka di kampusnya. Pasalnya, pekan ini sedang berlangsung program kuliah sambil nyantri yang diikuti ratusan mahasiswa. Mereka itu diinapkan di tenda-tenda di depan muka gedung utama kampus. Kata dia, saat gempa terjadi mahasiswa yang panik langsung berlarian keluar tenda, sehingga ada yang jatuh, terpeleset, dan terinjak.  

Baca juga: Presiden Perintahkan Teten Masduki ke Aceh

Selain mahasiswa, ada pula korban luka dari kalangan dosen dan pegawai kampus yang menginap di gedung utama yang runtuh.

"Korban luka ada. Ada beberap teman yang kebetulan tadi subuh berada di gedung kantor. Jadi waktu gempa, mereka ada meloncat, ada beberapa orang yang patah kaki. Mereka menginap. Jadi di depan kampus itu kami pasang crane, mereka menginap, kuliah sambil nyantri," kata Muntasir.

Menurut Muntasir, saat gempa terjadi, ada beberapa dosen dan pegawai yang menginap di gedung tersebut. Karena panik, mereka langsung berhamburan keluar gedung, termasuk melompat dari jendela. Bahkan ada tiga orang yang mengalami luka parah dan patah kaki, sehingga dievakuasi ke rumah sakit.

Terjadi gempa pada pukul 05.03, berpusat pada koordinat 5.19 Lintang Utara dan 96.36 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Aceh, terutama Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kabupaten Bireuen.

Baca juga:
RSUD Pidie Jaya Rusak Kena Gempa, Pasien Dirawat di Halaman
Gempa Pidie Jaya, Dinkes Evakuasi 21 Korban Tewas, Sebagian Anak-anak





Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan