Gempa Pidie Jaya, Jokowi Perintahkan Percepat Pencairan Dana bagi Korban

"Ini verifikasinya juga perlu waktu. Tapi dalam waktu dekat ini segera bantuan-bantuan itu tersalurkan,"

Kamis, 15 Des 2016 21:18 WIB

Gempa 6,5 SR robohkan masjid di Meuredu Pidie Jaya. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pencairan dana bantuan untuk korban gempa di Aceh. Ia mengatakan, ini dilakukan agar warga bisa segera membangun kembali rumahnya yang rusak diguncang gempa bumi pekan lalu.

"Saya perintah untuk segera diberikan bantuan keuangannya agar segera bisa dibangun kembali rumah itu. Sehingga kegiatan di masyarakat juga menjadi hidup kembali," kata Jokowi saat melakukan kunjungan ke Aceh, Kamis (15/12/16).

"Nanti diikuti dengan yang rusak sedang dan ringan. Ini verifikasinya juga perlu waktu. Tapi dalam waktu dekat ini segera bantuan-bantuan itu tersalurkan," lanjutnya.

Selain bantuan keuangan, Jokowi juga memerintahkan agar bantuan berupa logistik dan bahan pangan dalam waktu dekat harus segera tersalurkan. Jokowi mengatakan, kedatangannya ke Aceh untuk memastikan bantuan untuk warga sudah disalurkan.

"Saya ingin hanya ngecek itu saja ke sini, dan juga yang dikerjakan oleh PU (Kementerian PUPR-red) sudah dimulai belum? Sudah dibersihkan belum? Itu akan saya cek terus," tegasnya.

Jokowi juga menyinggung rencana pemerintah menyalurkan bantuan keuangan dalam bentuk tabungan. Itu bisa dimanfaatkan warga untuk menggerakan ekonomi masyarakat setelah proses rekonstruksi akibat gempa selesai.

"Nanti dikasihkan tabungan, tapi tabungannya masih di-block, kalau sudah berkegiatan nanti bisa diambil atau dicairkan di bank," jelasnya.


Data Rumah Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) telah menerima data rumah di Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen yang rusak akibat gempa. Data-data tersebut telah ditetapkan dalam SK bupati masing-masing.

Staf Pusat Data BPB Aceh, Heni Nurmayanti, mengatakan pendataan itu dipercepat sesuai instruksi presiden hari ini.

"Tapi minimal dari ketiga kepala daerah sudah menetapkan (datanya). Jadi kita akan mengambil data dari data yang sudah ditetapkan bupati itu," ungkapnya kepada KBR, Kamis (15/12/2016) malam.

"Karena kalau data yang itu sudah by name by address dengan nilai kerusakannya di situ," tambahnya.

Heni memaparkan, di Pidie Jaya, ada 131 rumah rusak berat yang sudah diverifikasi. Sementara rusak sedang ada 142 rumah. Data ini masih akan bertambah mengingat rumah yang rusak di kabupaten tersebut mencapai ribuan.

Malam ini, BPBA, BNPB, dan wakil bupati Pidie Jaya sedang menggelar rapat koordinasi membahas pemutakhiran data.  Dia belum dapat memastikan kapan data Pidie Jaya akan selesai seluruhnya.

"Semuanya kan bergantung sama petugas lapangan," katanya.

Di samping itu, kata dia, di kabupaten Pidie ada 32 rusak berat dan 111 rusak menengah. Sementara data Bireun akan masuk malam ini.

Berdasarkan instruksi Jokowi, rumah kategori rusak berat akan mendapatkan 40 juta rupiah, dan rusak sedang mendapatkan 20 juta Rupiah.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!