Gempa Pidie Jaya, Dinkes Evakuasi 21 Korban Tewas, Sebagian Anak-anak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya Said Abdullah mengatakan jumlah korban tewas masih banyak yang belum dievakuasi dari bawah reruntuhan.

Rabu, 07 Des 2016 09:39 WIB

Ilustrasi seismograf alat pemantau gempa. (Foto: penanggulangankrisis.depkes.go.id)


KBR, Jakarta - Jumlah korban tewas akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya di Provinsi Aceh sudah mencapai 21 orang.

Data terakhir di Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya tercatat ada 21 orang tewas. Sementara itu korban luka yang mengalami fraktur atau retak tulang karena tertimpa reruntuhan bangunan mencapai lebih dari 40 orang, dan trauma torak sebanyak 41 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya Said Abdullah mengatakan jumlah korban tewas masih banyak yang belum dievakuasi dari bawah reruntuhan, sehingga jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 21 orang.

"Masih ada, sedang dalam evakuasi. Ini data sementara. Di bawah reruntuhan diperkirakan masih ada. Karena sekarang ini sedang evakuasi di setiap toko atau rumah yang runtuh. Kalau kita lihat, toko itu roboh hancur langsung ke tanah. Seperti gempa tsunami (2004)," kata Said Abdullah kepada KBR, Rabu (7/12/2016).

Said Abdullah mengatakan dari 21 korban tewas yang sudah dievakuasi terdapat enam orang bayi dan anak-anak.

Said Abdullah mengatakan dampak gempa sama parahnya di hampir semua kecamatan di Aceh Pidie. Mulai dari Kecamatan Merdu, Pringgading, Panteraja, Ulee Gle, Bandarbaru, Bandardua.

"Hampir di delapan kecamatan sama parahnya," kata Said Abdullah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Said Abdullah mengatakan saat ini Puskesmas di seluruh Kabupaten Pidie Jaya mengevakuasi para korban luka yang tertimpa reruntuhan.

Baca: Gempa Kuat Guncang Aceh, Sejumlah Warga Tewas, Belasan Bangunan Rusak Berat  

Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi sekitar pukul 5 pagi tadi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter dan besaran magnitud gempa VI MMI.

Pusat gempa berjarak sekitar 100 kilometer arah tenggara Kota Banda Aceh dengan kedalaman 15 kilometer atau gempa dangkal. Gempa yang dirasakan sangat kuat itu berdurasi 15 detik dan menimbulkan dampak kerusakan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

BMKG menegaskan gempa itu tidak memicu tsunami.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut menimbulkan guncangan kuat di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng dan Pohroh.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi menyebutkan pusat gempa dangkal dan sumber gempa berasal dari sesar aktif yang menjadi pembangkit gempabumi, yaitu Sesar Samalanga-Sipopok Fault. Sesar ini merupakan sesar dengan jalur mengarah ke barat daya-timur laut.
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!