Gempa Kuat Guncang Aceh, Sejumlah Warga Tewas, Belasan Bangunan Rusak Berat

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Tim Reaksi Cepat BPBD sudah berada di lokasi untuk mendata dampak gempa dan memberikan bantuan pada masyarakat.

Rabu, 07 Des 2016 08:49 WIB

Gempa di Pidie Jaya. (Foto: BMKG)


KBR, Jakarta - Sejumlah tempat di Provinsi Aceh diguncang gempa dangkal pada Rabu (7/12/2016) pagi. Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada belasan bangunan rusak dan korban jiwa tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara itu Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Heni mengatakan sedikitnya empat orang tewas karena gempa. Kemungkinan jumlah korban bertambah gempa yang terjadi cukup besar dan terjadi pada pagi hari.

"10 ruko rubuh, 4 orang dikabarkan tewas. Tempat peribadatan berupa masjid di Tringgading diinformasikan rubuh. Sepertinya ada korban lain lagi, karena melihat kondisi dan foto-foto di lapangan kerusakannya cukup parah. Kemudian kami melihat ada jalan yang retak, tetapi kami belum bisa konfirmasi kilometer berapa dan tepatnya di mana," kata Heni kepada KBR, Rabu (7/12/2016).

Di Kabupaten Pidie Jaya, satu orang tewas dan satu mengalami luka-luka terdampak gempa. Selain itu belasan bangunan seperti rumah, ruko, hingga masjid mengalami kerusakan parah hingga roboh.

Sementara di Kabupaten Bireun, sejumlah bangunan seperti rumah dan masjid juga roboh.

Kerusakan bangunan kemungkinan bertambah karena hingga saat ini masih dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD.

Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi sekitar pukul 5 pagi tadi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter dan besaran magnitud gempa VI MMI.

Pusat gempa berjarak sekitar 100 kilometer arah tenggara Kota Banda Aceh dengan kedalaman 15 kilometer atau gempa dangkal. Gempa yang dirasakan sangat kuat itu berdurasi 15 detik dan menimbulkan dampak kerusakan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

BMKG menegaskan gempa itu tidak memicu tsunami.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut menimbulkan guncangan kuat di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng dan Pohroh.

Dampak gempa

BPBD setempat melaporkan bangunan rumah dan masjid yang roboh antara lain di Kecamatan Bandarbaru Kabupaten Pidie Jaya, Kecamatan Gelumpang Tiga Kabupaten Pidei yang berbatasan dengan Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Sejumlah tiang listrik juga roboh.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Tim Reaksi Cepat BPBD sudah berada di lokasi untuk mendata dampak gempa dan memberikan bantuan pada masyarakat.

Gempa juga terasa di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan durasi antara 5 hingga 10 detik.

BPBD setempat juga memberitakan dampak gempa antara lain menyebabkan kerusakan di SPBU Ulee Gle (Bireun), kubah Masjid Dayah Mudi Mesra Samalanga jatuh, serta robohnya gedung lantai IV di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Aziziah di Bireun. 

Sumber gempa

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi menyebutkan pusat gempa dangkal dan sumber gempa berasal dari sesar aktif yang menjadi pembangkit gempabumi, yaitu Sesar Samalanga-Sipopok Fault. Sesar ini merupakan sesar dengan jalur mengarah ke barat daya-timur laut.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan sejak gempa hingga 30 menit kemudian terjadi lima kali gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil di angka 4,8 magnitud.

Moch Riyadi mengatakan dari gempa susulan, terlihat tren kekuatan gempabumi susulan semakin kecil.

"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang, selanjutnya mengikuti arahan BPBA setempat dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Riyadi.
 
Editor: Agus Luqman

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan