Dukung MSG, Ratusan Aktivis dan Simpatisan KNPB Masih Ditahan

Ratusan orang yang ditahan di antaranya berasal dari Jayapura, Nabire, Wamena

Selasa, 20 Des 2016 11:51 WIB

Aksi unjukrasa KNPB di Jayapura beberapa waktu lalu. Foto ANTARA


KBR, Jakarta - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengklaim masih ada 500-an anggota dan simpatisan yang ditahan Kepolisian di Papua sejak kemarin, Senin, 19 Desember 2016. Sedangkan Polda Papua, dihubungi terpisah, menyatakan hanya menahan seratusan orang yang  mengikuti aksi demo damai mendukung Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) menjadi full membership Melanesia Sperhead Group (MSG) dan memprotes Operasi Trikora.

Baca: Aktivis dan Simpatisan KNPB Ditangkap

Sekretaris Umum KNPB, Ones Suhuniap mengatakan, ratusan orang yang ditahan itu berasal dari beberapa lokasi; Jayapura, Nabire, Wamena, Yogyakarta dan Manado. "(Kondisinya?) Disiksa, tadi malam ada dua yang kritis dan dibawa ke rumah sakit karena dipukul dan diinjak polisi," kata Ones ketika dihubungi KBR lewat sambungan telepon, Selasa (20/12/2016).

Ones pun membantah pernyataan Polda Papua yang menyebut adanya temuan peluru dan ganja ketika memeriksa dan menggeledah rusunawa di dekat Universitas Cendrawasih, Jayapura. "Itu omong kosong dan hanya untuk membenarkan tindakan polisi. Karena kami di Papua tidak ada pabrik senjata/peluru. Itu tak benar, dan bukan hal baru ini jadi alasan saja," sambung Ones.

Pertemuan MSG di Port Vila, Vanuatu.

Hari ini, 20 Desember hingga Jumat, 23 Desember 2016 digelar pertemuan anggota Melanesia Sperhead Group (MSG) yang salah satu agendanya menentukan status Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) apakah tetap menjadi pemantau (observer) atau naik menjadi full membership.

Baca: Filep Karma Desak Jokowi Gelar Referendum di Papua

Sekretaris Umum KNPB, Ones Suhuniap menyebut, para anggota MSG akan lebih dulu membahas rancangan kriteria keanggotaan yang dibuat komite hukum MSG. Persoalan inilah yang sebelumnya menyebabkan keputusan mengenai status ULMWP tertunda sebanyak tiga kali. "Tanggal 23 ada pertemuan para menteri luar negeri MSG. (Keputusannya?) Belum bisa dipastikan, karena di tanggal itu akan membahas draf keanggotaan," ungkapnya.

Baca: Keanggotaan ULMWP Ditunda, Luhut Klaim Keberhasilan Diplomasi Ofensif

Hingga kemarin, peta dukungan untuk UMLWP masih berasal dari Vanuatu dan Kepulauan Solomon. Sedangkan, Fiji dan Papua Nugini mendukung Indonesia. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Blokir Akun Berbau Saracen, Kemenkominfo Tunggu Instruksi Polisi

  • Libur Panjang Tahun Baru Islam, PT KAI Daop 9 Jember Tambah Rangkaian Kereta
  • Peter Bosz Catat Rekor di Dortmund dan Liga Jerman
  • Penyelidik FBI Sasar Gedung Putih Cari Dokumen Keterlibatan Rusia Terhadap Pilpres AS