Dianggap Makar, Polisi Manado Tangkap 72 Mahasiswa Papua

"Kita lihat ternyata mereka mau referendum, Negara Papua Barat dan segala macam dan ini di luar kerangka kita."

Senin, 19 Des 2016 19:12 WIB

Kepolisian Manado, Sulut tangkap puluhan mahasiswa asal Papua atas tuduhan makar, Senin (19/12). (Foto: KBR/Zulkifli Madina)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Manado– Kepolisian Manado menangkap  72 Mahasiswa asal Papua dari beberapa kampus di Sulut. Mereka rencananya  akan berunjukrasa di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Kapolres Kota Manado,  Hisar Sialagan mengatakan para mahasiswa tersebut akan melakukan demonstrasi damai tetapi pihak kepolisian tidak memberikan izin. Dia beralasan  karena dalam aksinya akan melakukan Referendum dan ingin mendirikan Negara Papua Barat.

“Mereka mengajukan izin, dan pada saat kita sebelum mengeluarkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan), kita lihat ternyata mereka mau referendum, Negara Papua Barat dan segala macam dan ini di luar kerangka kita. Kita tidak mengeluarkan STTP dan mereka tetap laksanakan demo maka kita bawa  dan periksa,” ujar Kapolres Manado  Hisar Sialagan, Senin (19/12).

Hisar Sialagan menyampaikan, ada sebanyak 72 mahasiswa yang ditangkap untuk diperiksa oleh pihak penyidik.

“Referendum, mendirikan negara sendiri   segala macam. Tidak sesuai dengan Undang Undang Dasar, Pancasila dalam rangkaian NKRI. Semua yang tidak sesuai kita proses. Ini sekarang sedang diperiksa oleh reserse dan  nanti kita putuskan apakah bisa kita proses kalau memang memenuhi unsur  kita proses,” ujar   Hisar Sialagan.

Para Mahasiswa asal papua tersebut ditangkap pihak kepolisian sewaktu berkumpul di asrama  dekat salah satu kampus di Manado. Sebagian lainnyanya  ditangkap di Kantor DPRD Sulut saat hendak   melakukan unjuk rasa damai.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.