Aksi anggota dan simpatisan KNPB mendukung ULMWP menjadi fullmembership di MSG. Foto: Facebook Victor Yeimo


KBR, Jakarta - Kepolisian Papua mengklaim sekitar seratusan anggota dan simpatisan Komite Nasional papua Barat (KNPB) masih diperiksa pasca ditemukannya senjata tajam, peluru, ganja, dan atribut KNPB di rusunawa dekat Universitas Cendrawasih, Jayapura. Juru Bicara Polda Papua, Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan dengan ditemukannya barang bukti ini, maka pihaknya akan segera memutuskan status mereka.

"Barang buktinya sepeda motor tak dilengkapi STNK, ditemukan ganja empat paket besar mungkin hampir seperempat kilogram satu paketnya, atribut papua merdeka --bendera, poster. Senjata tajam seperti panah, parang, kampak, ditemukan tiga amunisi peluru jenis AK, dan laptop," kata Ahmad Musthofa Kamal, ketika dihubungi KBR, Selasa (20/12/2016).

Dia juga menambahkan, pihaknya sengaja menyegat aksi demo damai yang rencananya digelar anggota dan simpatisan KNPB, kemarin. Pasalnya, polisi mencium akan terjadi kerusuhan. Hal itu, kata dia, merujuk pada barang bukti yang ditemukan.

"Kita cegat karena terindikasi bahwa akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Misalnya, ada senjata tajam, ada mungkin konsumsi ganja dan tidak dalam keadaan normal, akan nekad," sambungnya. Selain terkait barang bukti, kepolisian pun masih mencari orang di balik rencana tersebut. Kamal meyakini ada pihak yang memobilisasi. "Lah ini ada mobilisasi massa yang dikerahkan seseorang, ini lagi didalami polres dan polda."

Baca juga: Dukung MSG, Ratusan Aktivis dan Simpatisan KNPB Masih Ditahan

Bantah Terjadi Pemukulan

Juru Bicara Polda Papua, Ahmad Musthofa Kamal, juga membantah adanya pemukulan terhadap anggota dan simpatisan KNPB. Kata dia, saat polisi hendak menyegat, mereka justru melawan dengan merampas tameng anggotanya. Tak hanya itu, Kamal pun membantah ada yang kritis akibat kejadian kemarin.

"Di situ mereka berontak, terjadi dorong-dorongan, terjadi penangkapan karena mereka melawan, merampas tameng polisi. ini disayangkan. (Ada yang kritis?) Sampai saat ini tak ada yang masuk rumah sakit. Mereka merebut tameng dan melawan, kena pukulan polisi."

Meski begitu, Kamal mengakui ada anak di bawah umur yang ikut ditangkap. Namun ia berjanji bakal melepas remaja tersebut jika dianggap tak terkait dengan insiden kemarin. "Makanya kita selidiki, mana yang potensi melawan hukum, kalau tak terlibat dilepas."

Kemarin, ratusan anggota dan simpatisan KNPB berencana menggelar aksi demo damai ke DPR Papua. Tujuannya untuk mendukung Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) menjadi full membership di Melanesia Sperhead Group (MSG) dan menyuarakan penolakan terhadap Operasi Trikora 19 Desember 1961. Operasi militer inilah yang kemudian --menurut KNPB-- awal terjadinya kekerasan dan pelanggaran HAM atas orang Papua.



 

Editor: Damar 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!