Bantuan IHR Ada di Markas Pemberontak, Kemendagri Masih Bahas Internal

Kemenlu: Salurkan Bantuan Lewat Jalur Resmi.

Senin, 26 Des 2016 21:19 WIB

Ilustrasi: kota Aleppo yang hancur (foto: twitter)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kementerian Dalam Negeri masih berkoordinasi secara internal soal dugaan pengiriman bantuan Indonesian Humanitarian Relief (IHR) yang ditemukan di markas pemberontak di Aleppo, Suriah. Ketika dihubungi KBR, Direktur Ormas Kemendagri, Laode Ahmad belum bisa menjelaskan soal aturan pemberian bantuan dari ormas dalam negeri ke pihak asing.

"Nanti kami koordinasikan dulu di dalam. Baru kita dapat informasinya. Saya juga lagi koordinasikan dengan komponen-komponen terkait. Supaya lebih lugas nanti informasinya ya," kata Laode, Senin (26/12).

Tahun 2008 Kemendagri pernah mengeluarkan Peraturan Menteri soal pemberian bantuan sosial dari dan ke pihak asing. Pasal 32 jelas mengatur pemberian bantuan dari ormas ke luar negeri harus disetujui oleh pemerintah. Selain itu, di pasal 33 ayat 2 jelas mengatur bantuan tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang melawan hukum.

KBR dua kali berkomunikasi dengan Laode. Di kesempatan pertama, ketika disinggung soal Permendagri bantuan sosial ke pihak asing, Laode mengaku belum tahu. Ia meminta dihubungi lagi beberapa jam kemudian. Namun ketika dihubungi kembali, dia menyebut pihaknya masih perlu berkomunikasi soal aturan yang dimaksud.

Kemenlu: Salurkan Bantuan Lewat Jalur Resmi
Sementara itu Kementerian Luar Negeri mengimbau bantuan kemanusiaan untuk Suriah disalurkan lewat jalur resmi. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir menyatakan donatur bisa menyumbang lewat lembaga resmi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Kedutaan Besar RI di negara tujuan. Kata dia, tanpa jalur resmi, bantuan kemanusiaan bisa saja tidak sampai ke tujuan.

"Kalau mereka langusung kesana, kita kan tidak bisa menjamin," terangnya kepada KBR, Senin (26/12/2016) malam.

"LSM itu kan banyak, apakah itu LSM benar dari negara setempat atau tidak. Mereka bisa mengaku LSM, tapi kita tidak bisa menjamin itu LSM yang bisa menyampaikan sampai tujuan," kata dia.

Arrmanatha mencontohkan, belum lama ini Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) juga menyalurkan bantuan ke Aleppo, Suriah. PPI menggunakan jalur resmi KBRI di Suriah.

Kata dia, bantuan lewat KBRI diteruskan ke pemerintah Suriah dan diteruskan ke Bulan Sabit Merah Suriah. KBRI juga bisa menginformasikan ke lembaga-lembaga resmi yang memiliki jaringan ke warga sipil.

Sebelumnya, warga sipil Aleppo Suriah menemukan dus-dus bantuan makanan dari Indonesia Humanitarian Relief (IHR) di bangunan sekolah yang ditinggalkan kelompok pemberontak. Belum jelas apakah bantuan itu direbut oleh pemberontak ataukah memang ditujukan ke kelompok tersebut. Dalam menyalurkan bantuan ke Suriah, IHR bekerjasama dengan IHH, LSM di Turki.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta