Aksi 2 Desember, Polda Rekayasa Lalu Lintas ke Monas

"Arah menuju Monas akan dibelokkan ke barat atau timur biar tidak terhambat di Monas."

Kamis, 01 Des 2016 19:23 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Polda Metro Jaya menyatakan siap mengamankan jalannya aksi dari beberapa organisasi masyarakat (ormas) 2 Desember besok. Selain menjaga pelaksanaan, mereka juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan. Juru bicara Polda Metro, Raden Prabowo mengatakan, besok seluruh jalur ke arah Monas akan dialihkan.

"Memang besok itu otomatis pengguna jalan tersendat dan kemudian waktunya nanti akan lama dalam perjalanan. Jadi semua yang mengarah mau melintasi Monas, akan direkayasa. Saya atur nanti anggota di situ semua. Entah nanti belok kiri atau kanan. Arah menuju Monas akan dibelokkan ke barat atau timur biar tidak terhambat di Monas," jelas Prabowo ketika dihubungi KBR, Kamis(1/12).

Kepolisian besok akan mulai mengawal dari titik-titik pemberangkatan. Mereka juga menempatkan anggota di Tol Jagorawi maupun dari arah Banten menuju Jakarta.

Prabowo menekankan polisi akan mengedepankan cara-cara persuasif dalam menangani massa besok. Pasukan bersorban akan bergabung dengan massa sama seperti Jumat(4/11) lalu.

"Ya besok kan cuma doa bersama, udah, yakin ajalah. Kita sudah lakukan pertemuan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat. Dari tingkat Polsek, Polres, sampai Mabes juga udah. Kita yakin ajalah."

Raden Prabowo yakin aksi 2 Desember besok akan berjalan damai. Menurutnya, massa akan lebih kooperatif. Kepolisian sudah berulangkali berkoordinasi dengan panitia.

Untuk mengantisipasi ada massa yang keluar dari kawasan Monas, kepolisian sudah menyiapkan pasukan pengamanan di titik-titik arah Bundaran HI. Sampai dihubungi tadi, Prabowo tidak juga menyebut berapa personel yang akan diturunkan besok.

Editor: Dimas Rizky
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Sumur Minyak Tradisional Terbakar, Puluhan Warga Aceh Timur Mengungsi

  • Polisi Masih Selidiki Kebakaran Sumur Minyak di Aceh
  • Pemerintah Hong Kong Janji Bantu Indonesia Ungkap Kasus Bank Century
  • Dortmund Pertimbangkan Gunakan Jasa Arsene Wenger

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.