2016, Kekerasan Terhadap Jurnalis Tertinggi Dalam 1 Dekade

"Karena selama ini nggak pernah ada penuntasan secara hukum, sehingga kejadian terus berulang. Jadi semua pelaku seperti kebal hukum."

Jumat, 23 Des 2016 18:05 WIB

Aksi solidaritas jurnalis atas kekerasan yang menimpa jurnali di Medan. Foto: ANTARA


KBR, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan sepanjang tahun ini terdapat 78 kasus kekerasan terhadap jurnalis, tertinggi selama sepuluh tahun terakhir.

Ketua AJI Indonesia, Suwarjono, menyatakan kekerasan ini terjadi dalam berbagai bentuk mulai dari kekerasan fisik, intimidasi, dan pelarangan liputan.

Kata dia, meski kekerasan ini melanggar hukum, kasus-kasus ini tidak pernah diproses hukum.

"Karena selama ini nggak pernah ada penuntasan secara hukum, sehingga kejadian terus berulang. Jadi semua pelaku seperti kebal hukum. Ini yang saya kira menjadi keprihatinan," jelasnya dalam peluncuran Laporan Tahunan AJI di Cikini, Jakarta, Jumat (23/12/2016) pagi.

"Termasuk beberapa kasus kekerasan, tidak hanya oleh penegak hukum, tetapi oleh masyarakat sipil dan warga, juga tidak diproses," tambahnya.

Baca juga:
Liput Demo Bonek, 4 Wartawan Kena Pukul Aparat
AJI: Setop Jadikan Jurnalis Sebagai Sasaran Kekerasan


Suwarjono menjelaskan, pelaku kekerasan yang paling banyak tahun ini adalah warga, termasuk preman dan security. Disusul oleh pejabat pemerintah, kelompok tidak dikenal, dan TNI.



Tiga kasus yang menyita perhatian, paparnya, adalah: pengeroyokan enam jurnalis oleh anggota TNI AU di Medan, pengeroyokan jurnalis Net TV oleh anggota TNI AD di Madiun, juga dan perampasan alat oleh anggota TNI AU di Malang.

Suwarjono meminta pihak yang keberatan dengan pemberitaan jurnalis mengikuti prosedur ke Dewan Pers. "Semua sudah ada mekanisme yang mengatur," tambahnya.

Sejak 2006, AJI Indonesia mencatat terjadi total 577 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dalam tiga tahun terakhir, angkanya naik dari 40 (2014), 42 (2015), dan 78 (2016).


Baca juga:
Kekerasan Pada Jurnalis, Jurnalis Bondowoso Demo Tuntut Panglima TNI Usut
Prajurit Pukul Wartawan, Panglima TNI Minta Maaf  


Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan