Masuk Fase Kritis, Gunung Agung Mulai Lontarkan Batu

Overscale di atas amplitudo tercatat, dimana batas yang bisa dicatat sebesar 23 milimeter. Jejak tremor terjadi selama setengah jam dari 13.30 WITA sampai 14.00 WITA.

Selasa, 28 Nov 2017 17:19 WIB

Pantauan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Agung Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). (Foto: KBR/Yulius Martoni)

KBR, Karangasem - Aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali diperkirakan sudah masuk fase sangat kritis, dimana volume material yang dilontarkan semakin besar.

Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Swantika mengatakan Pusat Pantau Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Karangasem, mencatat overscale (getaran tremor secara terus-menerus) dengan aliran magma dari bawah ke atas. 

Overscale di atas amplitudo tercatat, dimana batas yang bisa dicatat sebesar 23 milimeter. Jejak tremor terjadi selama setengah jam dari 13.30 WITA sampai 14.00 WITA. 

"Kami amati secara visual, keluar selama beberapa saat, ternyata ada lemparan batu di daerah Duku Kecamatan Kubu, di radius empat kilometer arah utara Gunung Agung. Mungkin itu yang terjadi setelah fenomena overscale tadi," kata I Gede Swantika, di Karangasem, Selasa (28/11/2017). 

Menurut perkiraan PVMBG, lontaran batu dari puncak Gunung Agung diperkirakan lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa 

I Gede Swantika mengatakan ada dua cara keluarnya magma, pertama, dengan cara efusif secara besar-besaran yaitu berupa lelehan magma dengan memenuhi kawah, serta cara kedua secara eksplosif, berupa letusan kuat yang memungkinkan terbentuknya awan panas.

Saat ini hujan abu tipis juga mengguyur daerah Rendang yang berjarak 12 kilometer dari puncak Gunung Agung.


Wisatawan asing menyaksikan letusan Gunung Agung dari Pura Besakih, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Meski kawasan Pura Besakih masuk zona awas Gunung Agung, namun banyak wisatawan yang nekat masuk obyek wisata itu. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)

Baca juga:

11 Banjar Mengungsi

Meningkatnya aktivitas Gunung Agung direspon masyarakat di zona berbahaya di Kecamatan Rendang denga meninggalkan desa mereka.

Kapolsek Rendang, Nengah Beratha mengatakan warga dari 11 banjar (wilayah setingkat RW) dari Desa Besakih sudah meninggalkan tempatnya ke pengungsian. Wilayah mereka masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III (zona merah ata paling berbahaya).

Saat ini warga yang ada di zona bahaya sudah mengungsi ke lapangan UPTD Kecamatan Rendang. Namun, aparat kepolisian masih terus menyisir warga yang masih bertahan di zona bahaya Gunung Agung. 

"Secara langsung masyarakat sudah memahami ancaman ini, jadi warga secara mandiri sudah bergeser dengan membuat pengungsian mandiri di UPT Pertanian. Kemudian kami juga buat imbauan secara terus menerus agar masyarakat paham dengan ancaman bahaya ini," kata Nengah Beratha.

Pengungsian di UPT Dinas Pertanian Karangasem dapat menampung sekitar 5.000 pengungsi. Hingga Selasa (28/11/2017) sore masih terlihat warga yang membuat tenda mandiri dengan membawa bambu dari kampung halamannya.

Nengah Beratha mengatakan saat ini pemerintah dan aparat juga sudah menyiagakan sirine peringatan dini (early warning system) yang akan dibunyikan jika kondisi darurat. Salah satu sirine terpasang di Polsek Kecamatan Rendang. Pihak yang bertanggung jawab membunyikan sirine, kata Nengah, adalah PVMBG.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur