ICW Ragukan Kredibilitas Hakim Kusno di Praperadilan Setya Novanto

Selain Hakim Kuno pernah membebaskan terdakwa korupsi dan memberi hukuman ringan, ICW juga mencurigai kenaikan harta milik hakim Kusno yang meningkat drastis sebanyak Rp3 miliar dari 2011 hingga 2016.

Senin, 27 Nov 2017 09:52 WIB

Ketua DPR Setya Novanto menjelang pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Lembag pemantau korupsi Indonesia ICW meragukan kredibilitas hakim Kusno yang bakal memimpin sidang gugatan praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto.

Setya Novanto menggugat statusnya sebagai tersangka dalam dugaan megakorupsi proyek pengadaan KTP elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan dari penelitian ICW, ada sejumlah catatan minus pada hakim Kusno selama bekerja sebagai hakim dan dalam menangani kasus-kasus korupsi.

"Saat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Pontianak, Hakim Kusno pernah membebaskan empat terdakwa korupsi. Selain itu, saat menjadi hakim di Pontianak ia pernah menghukum ringan salah satu terdakwa korupsi yang mempunyai jabatan, anggota DPR RI divonis ringan hanya satu tahun, sementara kerugian keuangan negara cukup banyak. Jadi kami patut meragukan komitmen pemberantasan korupsi dari hakim Kusno," kata Kurnia Ramadhana kepada KBR, di Jakarta, Minggu (26/11/2017).

Selain pernah membebaskan terdakwa korupsi dan memberi hukuman ringan, ICW juga mencurigai adanya kenaikan kekayaan yang dimiliki oleh hakim Kusno yang meningkat drastis sebanyak Rp3 milyar dari tahun 2011 hingga 2016. 

Baca juga:

Kendati demikian, Kurnia Ramadhana mengatakan harus ada kajian lebih dalam mengenai kekayaan Kusno, karena Kusno pernah melaporkan kekayaannya dengan transparan pada tahun 2016.

"Ada kenaikan 3 milyar selang waktu lima tahun. Ini harus dipastikan bahwa harta kekayaannya ini di dapatkan secara benar," ujar Kurnia.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mendorong agar KPK segera melimpahkan berkas perkara Setya Novanto ke pengadilan agar gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto batal.

"Kami mendorong agar KPK segera melimpahkan perkara penyidikan ke pengadilan Tipikor agar praperadilan Setnov gugur secara hukum," ujarnya. 

Meski meragukan komitmen pemberantasan korupsi hakim Kusno, peneliti ICW Kurnia Ramadhana optimistis dengan kesiapan KPK menghadapi gugatan praperadilan Setya Novanto. 

Kurnia yakin KPK sudah memiliki dua alat bukti yang disyaratkan undang-undang. Seharusnya, kata Kurnia, alat bukti tersebut mencukupi.

"Sudah seharusnya kalau praperadilan jalan maka Hakim Kusno menolak permohonan praperadilan Setya Novanto," kata Kurnia.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Praperadilan Setnov Gugur

  • Pemkab Nunukan Hutang Rp 40 Miliar
  • Kanada Izinkan Ekspor Senjata ke Ukraina
  • Sepupu Nani Dapat Kontrak United

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi