Erupsi Gunung Agung, Warga Kembali Mengungsi

Warga diminta tak berada di radius 6 kilometer dari kawah gunung Agung

Selasa, 21 Nov 2017 22:04 WIB

Sejumlah pengungsi Gunung Agung turun dari truk setibanya di tempat penampungan GOR Suwecapura, di Klungkung, Bali, Selasa (21/11). (Foto: Antara)

KBR, Karang Asem- Sejumlah warga kembali mengungsi setelah terjadi letusan di gunung Agung sore tadi. Saat ini sejumlah warga di desa terdekat seperti desa Lebih kecamatan Selat  kembali mengungsi malam ini.

Salah seorang pengungsi di lapangan Desa Rendang Nyoman Sadi mengatakan melihat asap besar sekali dari rumah hingga membuat takut.

"Sekitar jam lima tadi dan sekarang masih berlangsung. Ia dan keluarga inti sebanyak dua keluarga atau 13 jiwa memilih mengungsi ke lapangan desa Rendang. Sementara itu warga lain di desa Lebih kecamatan Selat yang berjarak sekitar lima KM dari kawah puncak sebagian besar sudah kembali mengungsi. Sementara itu sepanjang jalan Besakih tampak warga yang berdiri berkelompok sambil mengarahkan pandangan ke Gunung Agung," ujar Nyoman Sadi, Selasa (21/11).

Data dari pos pantau gunung Agung sudah terjadi hujan abu dibeberapa tempat seperti di daerah Jungutan. Saat ini di Pos Pantau tercatat gempa tremor yang cukup lama.

Sementara itu dari pengamatan asap tampak mengarah ke tenggara dan selatan Gunung Agung dengan warna hitam pekat dengan tinggi sekitar 500 – 700 meter dari puncak Gunung Agung.

Dalam siaran persnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini masih menganalisis aktivitas vulkanik. Kata jubir BNPB Sutopo Purwo, status tetap Siaga (level 3).

BNPB mengimbau warga   tetap tenang. Masyarakat di sekitar gunung agung diminta  tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas  di  radius 6 km dari Kawah. 

Sutopo mengatakan,  jumlah pengungsi Gunung Agung sebanyak 29.245 jiwa tersebar di 278 titik pengungsian. BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG  menyiapkan upaya penanganan terkait dengan meletusnya Gunung Agung

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.