Direktur Utama RSCM: Setya Novanto Cukup Sehat

Ada sepuluh dokter yang diturunkan sejak Jumat lalu untuk meneliti kondisi kesehatan fisik dan mental Novanto.

Senin, 20 Nov 2017 09:48 WIB

Ketua DPR Setya Novanto mengenakan rompi oranye tahanan KPK saat memasuki gedung KPK Jakarta, Minggu

Ketua DPR Setya Novanto mengenakan rompi oranye tahanan KPK saat memasuki gedung KPK Jakarta, Minggu (19/11/2017). (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean)

KBR, Jakarta - Tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Ikatan Dokter Indonesia(IDI) memastikan Ketua DPR Setya Novanto cukup sehat untuk diperiksa KPK. 

Direktur Utama RSCM Soejono mengatakan tim dokter sudah memeriksa kondisi kesehatan Setya Novanto sejak Jumat (17/11/2017) lalu. Dari pemeriksaan, mereka menyimpulkan Setya Novanto tidak perlu lagi dirawat inap.

"Sejak hari Jumat Setya Novanto dikirim dari rumah sakit sebelumnya, ke RSCM. Dilakukan serangkaian pemeriksaan, serangkaian wawancara medis, pemeriksaan jasmani, serta pemeriksaan penunjang. Hari Minggu tim dokter menyatakan dia tidak ada indikasi untuk rawat inap," kata Soejono di RSCM, Minggu (19/11/2017).

Hasil pemeriksaan juga sudah diverifikasi oleh tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sekretaris Jenderal IDI Adib Khumaidi mengatakan laporan pemeriksaan kesehatan Setya Novanto itu sudah diserahkan kepada KPK, maupun pihak keluarga Setya Novanto.

Ada sepuluh dokter yang diturunkan sejak Jumat lalu untuk meneliti kondisi kesehatan fisik dan mental Novanto.

"Mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan diagnosis untuk bicara apakah layak atau tidak pemeriksaannya. Kami tidak menganalisas hal yang salah sebelumnya atau tidak," ujar Adib.

Baca juga:

Dijebloskan ke tahanan

Sejak Minggu malam, 19 November 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi KPK resmi menjebloskan Ketua DPR Setya Novanto ke tahanan. 

Tim penyidik KPK telah menjemput tersangka korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP) itu dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. 

Novanto direncanakan akan menempati sel di Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK.

Pantauan KBR di lapangan, Novanto tiba di Gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Tidak terlihat luka memar di bagian wajah Ketua Umum Partai Golkar tersebut--seperti yang diklaim pengacaranya, Frederich Yunadi. 

Saat tiba di gedung KPK, ia langsung digelandang masuk dengan menggunakan kursi roda. Namun ketika keluar dari gedung KPK, Setya Novanto tidak lagi mengenakan kursi roda.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memastikan akan mengikuti rekomendasi dari tim dokter RSCM terkait Setya Novanto. 

"Kami akan mengikuti rekomendasi mereka. Kami juga percaya dokter RSCM profesional," kata Saut melalui pesan singkat

Novanto sempat menghilang saat penyidik KPK berupaya menjemput paksa, Rabu, 15 November 2017. Upaya penjemputan dilakukan KPK setelah Novanto tiga kali mangkir dari panggilan sebagai saksi, dan satu kali mangkir dari panggilan pemeriksaan sebagai tersangka.

Keberadaan Novanto baru diketahui Kamis, 16 November 2017, malam hari. Dia dilaporkan mengalami kecelakaan saat menuju kantor KPK untuk menyerahkan diri. Dia sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau sebelum akhirnya dipindahkan ke RSCM.

KPK resmi menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik mulai Selasa, 31 Oktober 2017. 

Selanjutnya, KPK menahan Setya Novanto selama 20 hari terhitung 17 November 2017 sampai dengan 6 Desember 2017. Tapi lantaran memerlukan perawatan akibat kecelakaan, KPK melakukan pembantaran penahanan Novanto ke RSCM.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.