Dana Hibah DKI Mencapai 1.7 T, Ini Pesan Sandiaga Pada Penerima

"Hibahnya itu sudah diajukan sebelumnya. Rata-rata ada justifikasinya. Kita sekarang lagi sisir, dari segi masukan masyarakat.

Senin, 27 Nov 2017 14:16 WIB

Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta penerima dana hibah dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 untuk memperbaiki masalah administrasi. Namun Sandi tak menyebut organisasi penerima hibah yang dimaksud.

Sandiaga mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya menyisir anggaran dana hibah yang mencapai Rp1,7 triliun untuk 104 lembaga dan ormas. Namun, dia menilai ada banyak lembaga atau ormas yang memiliki masalah administrasi.

"Hibahnya itu sudah diajukan sebelumnya. Rata-rata ada justifikasinya. Kita sekarang lagi sisir, dari segi masukan masyarakat. Ini mungkin kesempatan bagi penerima hibah untuk memperbaiki administrasinya. Ini sudah berjalan bertahun-tahun, tapi alamat kesekretariatannya tidak sesuai dengan alamat kantor Ketua Umum-nya," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/11).
 
Sandiaga meminta para penerima hibah segera memperbaiki masalah administrasi tersebut. Pasalnya, ada kemungkinan DPRD tidak menyetujui bila dana hibah diberikan kepada organisasi atau lembaga yang bermasalah.

Sebelumnya, anggaran dana hibah DKI Jakarta menjadi perbicangan masyarakat. DPRD juga mempertanyakan pertimbangan dan manfaat pemberian dana hibah ke organisasi atau lembaga yang tercatat bakal menerima.

Dalam website apbd.jakarta.go.id, lembaga dan organisasi masyarakat yang rencananya akan menerima dana hibah di antaranya, FORMI DKI Jakarta, Komando Resimen Mahasiswa, Badan Narkotika Nasional DKI Jakarta, Yayasan Beasiswa Jakarta, Komite Intelijen Daerah, Badan Koordinasi dan Kegiatan Kesejahteraan Sosial dan Laskar Merah Putih.

Dana hibah juga akan diberikan ke majelis-majelis taklim, di antaranya, Majelis ta'lim Al Ikhwan di Jalan Mundu, Majelis ta'lim Raudhatul Jannah di Jalan Manunggal, dan Majelis ta'lim Al-Ikhlas di Jalan Manunggal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Ombudsman Sebut Ada Indikasi Maladministrasi Dalam Kecelakaan Kerja Konstruksi

  • KPU Tegaskan Akan Berikan Sanksi Bagi Parpol yang Pakai Gambar Presiden
  • Petani Garam Jatim Akan Layangkan Surat Protes ke Jokowi

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.