Bentrok Dengan Napi kasus Terorisme di Nusakambangan, Anak Buah John Key Dikabarkan Tewas

Sedikitnya 3 napi penjara Permisan terluka akibat rusuh antarpenghuni

Selasa, 07 Nov 2017 21:04 WIB

Lapas Permisan Nusakambangan, Cilacap, Jateng. (Foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Cilacap– Seorang narapidana penjara Permisan Pulau Nusakambangan dikabarkan tewas dalam rusuh antara napi kelompok John Key dan Napi Kasus Terorisme (T), Selasa (7/11/2017). Selain itu, tiga orang napi dikabarkan terluka dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut.

Dikonfirmasi, Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Sudjonggo membenarkan peristiwa ini. Namun, ia tak mengkonfirmasi adanya korban tewas dalam kejadian ini.  Dia mengatakan kerusuhan atau pengeroyokan terhadap sejumlah napi  mengakibatkan korban luka.

Kata Sudjonggo, beberapa korban terluka sudah dibawa ke rumah sakit di Cilacap. Namun, ia enggan menjelaskan, rumah sakit tempat para korban dirawat. Ia berjanji akan memberikan informasi   jika sudah memperoleh laporan lengkap peristiwa tersebut.

“Tadi ada yang dirawat. Cuma dirawatnya di RSUD Cilacap atau dimana belum ada tembusan ke kami. Kebetulan kami sedang pendidikan di Jakarta dengan BNPT. Terjadi, apa namanya, keributan lah. Saya belum mendapat laporan yang lengkap. Saya sedang pendidikan di Jakarta. Tetapi di sana ada Pak Kadiv PAS Jateng. Ya, di sana ada Pak Kadiv PAS,” kata Sudjonggo, Selasa (7/11/2017).

Informasi yang dihimpun KBR, Selasa pagi sekitar pukul 07.50 WIB, telah terjadi telah terjadi pengeroyokan di Blok C No 20, kamar tahanan pendamping  (tamping) yang dilakukan oleh sekelompok napi kasus terorisme dengan korban kelompok napi John Key di Lapas Klas IIA Permisan Nusakambangan Cilacap. Dalam peristiwa itu, dikabarkan seorang napi, yang diketahui anggota kelompok John Key, atas nama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy Bin Robert Freddy Siburian tewas. Hingga berita ini diturunkan, belum terkonfirmasi kejadian ini.

Dalam peristiwa itu, tiga orang napi kelompok John Key, termasuk John Key juga terluka. Sementara dua orang lainnya, yakni Wendri Yanto Warta Bone dan Muhamad Asrul Sidik.

Sementara, pelaku pengeroyokan dari kelompok napi T adalah Mohamad Ikhwan als Abu Umar, Zaenal Abidin als Ayah Daud, Zakaria alias Jack, Sulton Kolbi als Assadullah, Prio Utomo als Iyo als Prio, Ahmad Basuki bin Abdul Gofur, Beben Hairul Rizal bin Maksum Ambari, Mansyur als Mancut bin Saridin, Mohamad Alinasifudin  bin Jumangin, Mohamad Aris Raharjo als Afif, serta Mohamad Basri.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur