Intan Olivia (2,5) korban meninggal aksi serangan bom gereja Oikumene Samarinda. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta-  Penyidik Densus 88 Antiteror telah melakukan pelimpahan tahap berkas perkara dua tersangka pelaku peledakan di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik menyerahkan barang bukti dan dua tersangka yang masih anak-anak ke Jaksa Penuntut Umum. 

"Ada tujuh yang sudah kita rilis juga, tapi beberapa hal yang menarik dua di antaranya adalah anak-anak. Jadi dua anak ini inisialnya adalah GA dan RP, saya tidak akan sebut nama kalau anak. Mereka 16 dan 17 tahun. Ini terkonfirmasi merupakan JAD-nya Samarinda," kata Boy di Mabes Polri, Rabu (30/11/16).

Sedangkan lima tersangka lainnya yakni Juhanda, Joko Sugito, Supriadi, Ahmadani, Rahmad masih dalam proses pemberkasan. Ketujuh tersangka ini tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Samarinda, Kalimantan Timur.

"JAS Samarinda dipimpin Joko Sugito," ujar Boy.

Boy menduga kelompok JAD pimpinan Aman Abdurrahman ini tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia. Namun Boy tidak bisa menyebutkan satu persatu daerah tersebut. Ia beralasan hal ini masih diselidiki Densus 88 Antiteror.

"Kepada seluruh masyarakat kita harus waspada. Ini organisasi sel bawah tanah yang berbaur dengan masyarakat mengajak hijrah ke Suriah," ujar Boy.

Ledakan bom molotov di Gereja Oikumene terjadi sekitar pukul 10.10 WITA pagi, Minggu, 13 November 2016 lalu. Sebagian jemaat masih dalam gereja melaksanakan ibadah, sedangkan sejumlah di antaranya berada di area parkiran kendaraan.

Pelaku datang mengenakan kaus dan celana hitam melemparkan bom molotov. Bom ini langsung meledak serta melukai empat orang yang masih anak-anak. Seorang di antaranya, Intan Olivia (2,5 tahun), Senin pagi (14/11/16), menghembuskan nafas terakhir lantaran parahnya luka yang diderita.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!