Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Tito Karnavian di PTIK, Selasa (8/11/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meyakini tidak akan ada demonstrasi pada 25 November mendatang.

Presiden Jokowi juga membantah kunjungannya atau kegiatan safari ke berbagai kesatuan TNI/Polri merupakan bentuk antisipasi terhadap rencana demonstrasi lanjutan 4 November tersebut.

Ia mengklaim hanya mengecek kesiapan dari tiap kesatuan dalam menjaga NKRI dan kebhinekaan

"Untuk memberikan ketenteraman kepada masyarakat kesiapan itu untuk memberikan ketenteraman pada masyarakat. Masyarakat tahu semuanya, siap semuanya, siap semuanya, tenang. (Ada hubungannya dengan demo 25 November?) nggak ada. (Persiapan antisipasi demonstrasi 25 November?) Nggak ada demo," kata Jokowi di Markas Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Baca:


Jokowi menegaskan, saat ini kondisi negara sangat aman.

"Ancaman bisa dari dalam, bisa dari luar. Tapi sekarang sangat aman, aman. Tetapi kesiapan tetap harus selalu ada," tambahnya.

Hari ini Presiden Jokowi memberikan pengarahan di hadapan prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Jokowi menghendaki rangkaian kunjungannya ke kesatuan-kesatuan TNI mampu ditangkap oleh kesatuan TNI dari pusat hingga ke daerah. Ia berharap arahan-arahannya bisa disosialisasikan hingga ke akar rumput.

"Apabila ada perintah dari saya untuk memberikan narasi-narasi yang positif, itu akan ditangkap langsung oleh akar rumput. Karena di bawah ada Koramil, Babinsa. Kalau narasi itu ditangkap oleh bawah, ya masyarakat akan semakin tenang. Dan pembangunan dari atas sampai bawah juga bisa dilaksanakan dengan baik," tuturnya.

Baca: Safari Politik Jokowi, Pramono: Supaya Aksi 25 November Tidak Dilakukan    

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!