Petani Telukjambe Karawang mengungsi di kantor LBH Jakarta. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Pemda Karawang, Jawa Barat akan mengambil alih biaya perawatan 5   petani yang saat ini mengungsi ke Jakarta. Sebelumnya Pemkab  menolak membayar. Para warga ini dirawat di RS PGI Cikini dengan jaminan biaya dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Pendamping petani dari Satgas Perlindungan Anak, Ilma Sovri Yanti, menyatakan menunggu surat jaminan dari Pemda Karawang. Kata dia, surat itu akan dikirimkan sore ini sehingga 2 pasien bisa pulang.

“Baru jawaban keputusan sudah turun,” terangnya kepada KBR saat dihubungi Jumat (11/11/2016) siang.

“Itu akan membuat surat jaminan, yang ditunggu rekan dan mitra kami, dalam bentuk surat yang dikirim dari Karawang sana untuk disampaikan ke pihak Rumah Sakit Cikini,” tambahnya.

Ilma menjelaskan, Dinas Kesehatan Karawang sempat tidak mau memenuhi biaya perawatan itu.  Dinkes beralasan biaya itu telah dijamin oleh PGI.

Kata dia, Dinkes baru akan menjamin biaya kesehatan ketika warganya sudah pulang ke Karawang. Namun setelah didesak ulang, akhirnya Dinkes sepakat membayarnya sesuai pernyataan bupati Karawang.

“Harusnya Pemda bertanggung jawab dan mengambil alih itu,” tegas Ilma lagi.

Dari catatan pendamping, saat ini ada 5 orang yang dirawat di RS PGI Cikini. Ada 2 anak dan satu lansia terdiagnosa ISPA, ditambah seorang bayi yang baru lahir dan ibunya.

Kemarin, Bupati Karawang dan jajaran Muspika bertemu dengan perwakilan petani Karawang dan lembaga pendamping. Dalam pertemuan itu disepakati Pemda akan memulangkan warga dan menyiapkan tempat tinggal sementara. Bupati juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya kesehatan warganya yang sakit.

Setidaknya 90 orang keluarga petani mengungsi ke Jakarta karena lahan mereka dikuasai oleh perusahaan pengembang PT Pertiwi Lestari. Mereka mengungsi lantaran kuatir setelah terjadi bentrok antara petani dan perusahaan.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!