Presiden Jokowi mengunjungi PBNU, Senin (07/11). (Foto: Istimewa)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo berharap Pengurus Besar Nadlatul Utama (PBNU) bisa terus menyokong Pemerintah dalam memelihara toleransi keberagaman di Indonesia. Pasalnya dia menganggap keberadaan (PBNU) di Indonesia merupakan salah satu penyangga utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jokowi  mengucapkan terima kasih PBNU terkait masalah tersebut. Terutama kata dia soal masukan-masukan dan bantuan lain dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada aksi demonstrasi tanggal 4 November pekan lalu.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena NU penyangga utama NKRI kita, penyangga utama Pancasila, penyangga utama kebhinekaan kita. Penyangga utama hal hal yang berkaitan dengan toleransi, hal yang berkaitan dengan persatuan. Saya kira clear sangat jelas sekali NU jadi penyangga utama," ujarnya kepada wartawan usai melakukan konsolidasi dengan Pengurus Besar NU, di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (07/11).

Selain itu kata dia, Pemerintah juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus PBNU baik di tingkat daerah maupun pusat yang mau memberikan pernyataan-pernyataan yang menenangkan, sehingga pada pelaksanaan aksi demonstrasi 4 November pekan lalu bisa berjalan relatif aman dan tertib.

"Saya kira banyak hal yang perlu kita selesaikan bersama antara pemerintah dengan NU di lapangan baik yang berkaitan, terutama yang berkaitan dengan keumatan,ekonomi keumatan, radikalisme. Saya kira banyak hal yang bisa kita lakukan bersama NU dengan pemerintah. Hal-hal konkret yang bisa membangun negara yang kita cintai," ucapnya.

Rencananya kata dia, Pemerintah juga bakal melakukan hal yang sama dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah hari ini. Hanya saja kata dia, karena alasan tertentu, pertemuan tersebut ditunda hingga esok hari.

"Dan setelah ini kami akan bertemu dengan PP Muhammadiyah. Harusnya hari ini tapi karena ketua masih di Ambon, jadi besok pagi," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!