Kumpulkan Ormas Islam Di Istana, Jokowi Ajak Dinginkan Suasana

"Saya mengajak pada pimpinan ormas Islam untuk mendinginkan suasana, untuk membangun kedamaian serta mempererat tali persatuan."

Rabu, 09 Nov 2016 18:05 WIB

Presiden Jokowi bersama ulama. (Foto: Setkab)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta para pengurus organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk berperan aktif dalam usaha menyejukkan suasana keberagaman di  Indonesia saat ini. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka acara pertemuan dengan belasan ormas Islam sore ini di Istana Negara, Jakarta.

Kata dia, saat ini ancaman-ancaman yang diperkirakan bisa memecah kebhinekaan Indonesia semakin kencang beredar. Itu terbukti dengan semakin masifnya isu-isu dan ujaran-ujaran kebencian  yang beredar di  masyarakat.

"Pada kesempatan ini saya mengajak pada pimpinan ormas Islam untuk mendinginkan suasana, untuk membangun kedamaian serta mempererat tali persatuan. Mempererat ukhwah kita sehingga ketegangan-ketegangan di masyarakat kita, bisa kita redakan secepat-cepatnya. Dan saya harap hari pahlawan besok kita tetap bersatu dalam kebinekaan kita, tetap dalam persaudaraan. Bersatu dalam kebersamaan, dan akan memberikan ini contoh pada dunia yang membangun masyarakat ini hidup rukun damai dalam Keberagaman," ujarnya saat membuka pertemuan dengan puluhan ormas Islam di Istana Negara, Jakarta, Rabu (09/11).

Terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjaha Purnama alias Ahok yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi 4 November lalu, Jokowi kembali menegaskan bahwa semua tuntutan massa aksi sudah diakomodir oleh Pemerintah. Hanya saja kata dia,  tetap harus melewati proses hukum yang berlaku di Indonesia. Dia menegaskan, Pemerintah tidak akan melindungi Ahok dalam proses hukumnya tersebut.

"Dan dalam forum yang baik ini, kita juga ingin menegaskan sikap saya terhadap aspirasi yang sudah disampaikan pada saat itu. Saya sangat menghormati dan menghargai aspirasi disampaikan dan kalaupun saya tidak menemui sendiri secara langsung tapi saya sudah memerintahkan pada Wakil Presiden yang dampingi Menkopolhukam, Setneg, Menag, Kapolri dan Panglima TNI untuk menerima wakil-wakil pengunjuk rasa," ucapnya.

Tak lupa kata dia, Pemerintah menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus ormas Islam yang sudah memberikan statemen yang positif saat aksi 4 November lalu berlangsung aman dan damai.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadirannya. Dan yang kedua ingin mengucapkan terima kasih karena‎ kita tau bapak ibu semuanya ikut mengawal jalannya demo tanggal 4 kemarin sehingga suasana semuanya mendinginkan dan menyejukkan sehingga bisa berlangsung dgn tertib dan damai," tambahnya.

Setelah mengunjungi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyag kemarin, , hari ini Presiden Jokowi menggelar  pertemuan konsolidasi dengan ormas Islam di Istana Negara.

Pimpinan Ormas-ormas Islam yang hadir dalam pertemuan itu adalah :

1. Abdullah Jaidi, Al-Irsyad Al Islamiyah
2. Yusnar Yusuf, Jami'atul Washliyah
3. Ahmad Satoni Ismail, Ikadi
4. Habib Nabil Al Musala, Majelis Rasulullah
5. Hamdan Zoelva, Syarikat Islam
6. Dyah Puspitarini, Nasyiatul Aisyiyah
7. Said Aldi Alidirus, BKPRMI
8. Khofifah Indar Parawansa, Muslimat NU
9. Mahfud MD, KAHMI
10. Sadeli Karim, Mathlaul Anwar
11. Nashirul Haq, Hidayatullah
12. Muhammad Siddiq, DDII
13. Anggia Emarini, Fatayat NU
14. Jimly Asshidiqe, ICMI (diwakilkan)
15. Athifah Thaha, Wanita Islam
16. Yaqut Qolil Qoumas, PP GP Anshor
17. Usamah Hisyam, Parmus 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Jumlah Napi Narkoba Kian Bertambah, Menteri Yasonna Akui Kewalahan

  • Erupsi Gunung Sinabung Abu Vulkanik Capai 3,2 KM
  • Uni Eropa Ajak Suu Kyi Negosiasi soal Rohingya
  • Marquez Diisukan Gantikan Rossi di Yamaha

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau