Aparat kepolisian menjaga ketat gedung DPR sebagai obyek vital, saat aksi demonstrasi Jumat, (4/11/2016). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Muhammad Iriawan menerima informasi intelejen bahwa sebanyak 50 ribu buruh bakal berdemonstrasi pada 2 Desember mendatang.

Iriawan mengatakan, kepolisian siap mengawal para pengunjuk rasa dalam menyampaikan aspirasinya. Namun, ia memperingatkan kepolisian bakal menindak pengunjuk rasa yang melanggar aturan.

"Di dalam izin kepada kami, kami dapat (pesan) WhatsApp tadi malam dari intelejen, itu pemberitahuan ada sekitar 50 ribu. Tapi kita lihat. Yang jelas kami siap melayani saudara-saudara saya yang akan melakukan unjuk rasa menyampaikan pendapat umum. Itu saudara saya semua, mau buruh, mau yang lain-lain, saya akan melayani dengan baik, bagi yang berniat baik. Bagi yang tidak baik tentu ada polanya lagi, polanya ya sesuai tahapan," kata Iriawan di JCC Senayan, Jumat (25/11/2016).

Baca juga:


Sementara Pangdam Jaya Teddy Lhaksamana menyatakan siap membantu Kepolisian untuk menjaga keamanan saat demonstrasi 2 Desember. Teddy yakin demonstrasi akan berjalan aman.

"Dengan seluruh kekuatan yang ada, saya akan berikan apa yang minta Pak Iwan (Iriawan). Aman, yakin aman. Kita siap untuk menghadapi yang seperti itu," kata Teddy.

Teddy menegaskan bakal menindak tegas pendemo yang melanggar aturan, seperti melakukan penjarahan. Teddy menegaskan penjarahan termasuk tindak kriminal.

"Nggak boleh penjarahan. Jangan dilakukan, nggak benar. Kriminal itu, pasti akan ditindak tegas sekali. Beda antara unjuk rasa dengan kriminal," kata Teddy.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!