Gereja Gembala Baik Hati Batu Malang Diancam Bom

“Ada telepon dari orang yang tidak dikenal yang menyampaikan sebentar lagi gereja akan meledak"

Senin, 14 Nov 2016 18:24 WIB

Petugas memeriksa Gereja Katolik Gembala Baik Hati, Kota Batu Malang. (Foto: KBR/Zainul A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Batu– Kepolisian tak menemukan benda yang dicurigai bom di Gereja Katolik Gembala Baik Hati di Jalan Ridwan 16 Kota Batu, Jawa Timur. Ini menyusul adanya teror telepon ancaman akan meledakkan bom yang diterima oleh pengurus gereja tersebut pagi tadi.


Kepala Kepolisian  Kota Batu,   Leonardus Simarmata mengatakan,  berkoordinasi dengan penyedia jasa telekomunikasi untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku telpon gelap yang diduga berjenis kelamin perempuan.

“Ada telepon dari orang yang tidak dikenal yang menyampaikan sebentar lagi gereja akan meledak lalu mengucapkan takbir tiga kali. Setelah menerima telpon itu, dari pihak sekretariat gereja menghubungi polisi dan segera diambil tindakan untuk sterilisasi dan menutup dengan police line. Setelah itu kita evakuasi semua yang ada di dalam,” kata Simarmata, Senin (14/11).
 
Polres Batu dibantu tim penjinak bom Brimob Ampeldento Malang dan Unit K-9 anjing pelacak telah menyisir seluruh area di gereja.

“Hasil dari sterilisasi, seluruhnya sudah dicek tempat–tempatnya dan dinyatakan aman,” ucap Simarmata.
 
Penyisiran tidak hanya di Gereja Katolik Gembala Baik Hati yang meliputi kepasturan, gedung koperasi dan tempat ziarah kanak – kanak Yesus dari Praha saja. Tapi juga gedung capel atau biara di depan gereja. Beruntungnya, peribadatan telah selesai sejak pukul 07.00, sehingga gereja sedang tidak ada aktifitas apapun saat ada ancaman itu.
 
Simarmata menambahkan, untuk pengamanan selanjutnya seluruh tempat ibadah lintas agama diminta menerapkan sistem satu pintu. Sebelum adanya teror ini, kepolisian  sudah berpatroli ke semua tempat ibadah lintas agama seperti di gereja, masjid, vihara, klenteng dan sebagainya.
 
“Pengamanan jauh hari karena bertepatan dengan momen pemilihan Wali Kota Batu pada Februari tahun depan,” ujar Simarmata.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.