Para petinggi FPI memimpin aksi ke Bareskrim Mabes Polri dan Balaikota, Jakarta, Jumat (14/10/2016). Mereka menuntut polisi memproses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas tuduhan penghinaan agama. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Partai Gerindra mengimbau para kadernya tidak ikut terlibat dalam demo besar-besaran 4 November mendatang.

Aksi itu dimotori kelompok FPI dan ormas Islam lain, untuk menuntut Polri menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan demo itu menyangkut agama dan sebaiknya tidak dicampuri urusan politik.

Baca: PBNU Imbau Warganya Tak Ikut Demo 4 November

Selain itu, kata Riza Patria, Gerindra sedang mengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur sehingga rentan dikaitkan punya kepentingan politik dengan aksi itu.

"Saya juga dikasih tahu jangan ada lah kalau bisa tokoh Gerindra kalau ada ikut-ikut demo," ujarnya Senin (31/10/2016) malam.

Riza Patria diwawancara beberapa jam setelah Presiden Joko Widodo bertamu ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor Jawa Barat, Senin (1/11/2016).

Baca: 2 Jam Didatangi Jokowi, Ini Kata Prabowo

"Bukan berarti kami tidak demokratis. Kami demokratis, tapi kami tidak ingin juga nanti dihubung-hubungkan. Karena ini demo yang beda. Ini bukan dmeo politik. Ini demo sensitif soal agama. Apalagi posisinya kami Gerindra ikut mengusung (calon di Pilkada)," tambah Riza Patria.

Namun, Riza bisa menjamin tidak ada kader Gerindra yang ikut demo itu. Ia mengatakan demonstrasi merupakan pilihan pribadi anggota partai.

Sebelumnya, politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Fadli Zon berniat ikut terlibat dalam aksi 4 November. Hal itu dia nyatakan setelah menerima kunjungan petinggi FPI pekan lalu di Gedung DPR.

Baca: Unjuk Rasa 4 November, Kapolri Beri Instruksi ke Ribuan Brimob

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!