Jokowi-JK berbincang sore di teras istana, Kamis (03/11). (Foto: KBR/Ade I.)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta seluruh masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa meski besok direncanakan akan terjadi aksi rasa besar-besaran yang dilakukan oleh sejumlah ormas Islam. Kata dia, tidak ada alasan yang perlu ditakuti oleh masyarakat terkait pelaksanaan aksi tersebut.

"(Presiden menjamin besok Jakarta aman?) Bekerja seperti biasanya, yang sekolah ya sekolah seperti biasanya," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (03/11).

Jokowi menyatakan belum bisa memastikan apakah besok akan menerima atau tidak apabila perwakilan pendemo menginginkan untuk bertemu. Hanya saja dia memastikan besok dia akan berada di Istana Negara untuk bekerja seperti biasanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah berbincang di beranda Istana Negara, Jakarta. Saat ditanya wartawan soal apa saja yang dibicarakan, dia mengaku membicarakan banyak hal. Diantaranya kata dia mengenai aksi demonstrasi besok yang digelar oleh ormas Islam soal dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

"Biasa kita di sini cari angin. Hahahaha. Sore kalau gak hujan udaranya bagus begini, dengan Pak Wapres ya bicara banyak persoalan-persoalan pemerintah, negara, rakyat. (Soal demo besok bagaimana pak?) Ini tadi juga sama kita bicarakan. Biar pak wapres yang menyampaikan," ucapnya.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan aksi demonstrasi besok tidak akan mengganggu perekonomian di Indonesia. Jk juga menjamin kepada calon investor untuk tidak takut menanamkan modalnya hanya karena dilakukan aksi demonstrasi tersebut. Kata dia, dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, aksi unjuk rasa merupakan hal yang lumrah.

"Ya bahwa demo di negara-negara demokrasi itu biasa dan saya yakin gak akan menghambat ekonomi. Apalagi dilaksanakan dengan datar. Bahwa ada alasan agama, jangan sampai alasannya rusak karena perilaku. Jangan lupa itu. Islam itu rahmatan lil 'alamin. Kalau ada yang merusak, bukan rahmat itu," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.

Selain itu kata dia,  pemerintah mengimbau agar aksi demonstrasi besok tidak anarkis. Dengan begitu kata dia, tidak ada yang merasa terganggu dengan berjalannya aksi demonstrasi tersebut.

Kata JK, pemerintah pasti mendengarkan semua aspirasi dari seluruh masyarakat. Hal itu terbukti dengan sudah berjalannya proses hukum kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang menjadi tujuan aksi demonstari ormas Islam Jumat besok.

"Jadi, bagi presiden dan saya, ya dijalankan saja demokrasi yang baik, yang bersahabat, yang kalem. Mau sebanyak apapun semua masyarakat kita, kita mau ngapain. Tinggal kita hormati, sama-sama Jumatan yang baik walaupun berbeda-beda tempat, berdoa yang baik. Insya Allah aman. kalau ada masalah ya susah semua nanti," ucapnya.

Dia memastikan, besok dirinya dan Presiden Jokowi akan berkantor seperti biasa di Istana Negara. Pasalnya kata dia, jangan sampai aksi demonstrasi besok menghambat siapapun untuk beraktifitas.

"Oh tetap, tetap seperti biasa. Presiden di sini, saya di sebelah. Ya kita konsultasi kalau ada apa-apa. Tidak akan meninggalkan tempat," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!