Kendaraan aparat di depan istana dibakar massa saat aksi 4 November. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Sekitar 100 ribuan pengusaha di Jakarta diklaim sudah membeli tiket untuk pergi ke luar daerah dan luar negeri menyusul rencana aksi pada 2 Desember 2016 mendatang di Jakarta. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, mereka khawatir aksi yang digelar sejumlah ormas Islam tersebut akan berakhir rusuh.

Kata dia, tempat tujuan pengusaha untuk pergi di antaranya Bali dan Singapura.

"Sebetulnya bukan mau berlibur karena memang trauma tadi dari berbagai kejadian di Indonesia. Pergerakan massa yang berlebihan selalu ujungnya ada keributan. Dan keributan selalu makan korban, baik harta benda dan jiwa juga. Karena itu tidak mau terulang, daripada berspekulasi terlalu panjang lebih baik beli tiket," jelas Ade Sudrajat di Jakarta, Rabu (30/11).

Menurut dia, harga tiket sekarang menjadi mahal akibat banyaknya pengusaha yang ke luar daerah dan luar negeri. Selain itu, kata dia, aktivitas ekonomi juga menjadi terganggu karena pengusaha harus meliburkan aktivitas usaha mereka masing-masing.

Penunggangan

Mabes Polri masih mendeteksi upaya penunggangan aksi damai 2 Desember mendatang oleh pelaku teror. Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, Densus 88 Antiteror sudah bergerak untuk mengantisipasi aksi seperti ini ditunggangi kembali.

"Kita mengedepankan upaya deteksi dini, jadi proses ini yang kita jalankan terus. Kami tidak bisa mengatakan bahwa niat-niat seperti kemarin tidak ada lagi, kami tidak bisa mengatakan seperti itu. Kami juga belum bisa mengatakan siapa kalau ada. Jadi kami sampaikan komitmen kepolisian untuk terus mendeteksi," kata Boy di Mabes Polri, Rabu (30/11/16).

Boy mengatakan, banyaknya jumlah massa yang berkumpul bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk tujuan lain. Seperti sembilan tersangka teroris yang sebelumnya ditangkap karena berupaya mendompleng aksi 4 November.

"Tim kita terus bekerja keras untuk memastikan tidak orang-orang yang berkumpul untuk melakukan hal yang sama dengan kelompok Abu Nusaibah," tegasnya.

Kelompok Abu Nusaibah ini berencana melakukan aksi teror dengan memanfaatkan situasi rusuh pada aksi demonstrasi 4 November lalu. Saat demo berlangsung mereka berkumpul terlebih dahulu di Masjid Al Fatah.

Abu Nusaibah kemudian membagi mereka menjadi dua kelompok. Satu kelompok bergerak ke Penjaringan karena sedang terjadi rusuh dan satu kelompok bergabung dengan massa di DPR RI dan Istana Kepresidenan.

Mereka ditugaskan agar berhadapan langsung dengan Aparat Keamanan dalam chaos. Selain itu, mereka juga ditugaskan untuk mencari kelengahan aparat keamanan untuk merebut sejata api.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!