Kasus Aris Budiman, Basaria: Pelanggaran Berat

Sanksi terhadap Aris Budiman akan ditentukan Dewan Pertimbangan Karyawan.

Senin, 09 Okt 2017 18:28 WIB

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (Foto: KBR/Winna W.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengatakan tindakan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman merupakan pelanggaran berat. Usai dilakukan pemeriksaan internal, kini para pemimpin KPK sedang menangani persoalan tersebut.

"Hasil pemeriksaan internal sudah selesai, sekarang ini sedang berjalan di antara pimpinan. Dan nanti hasil ini akan diberikan ke DPP (Dewan Pertimbangan Pegawai)," ungkap Basaria Panjaitan di kantornya, Senin (09/10).

Kata Basaria karena termasuk pelanggaran berat maka kasus Aris Budiman akan dibawa ke Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP). Kata dia, sanksi terhadap direktur penyidikan itu akan ditentukan oleh DPP.

Sebelumnya Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman datang memenuhi undangan Panitia Khusus Angket DPR. KPK menolak menghadiri undangan Pansus dan hanya mau menerima undangan dari mitra kerjanya di Komisi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.