Bertemu Dubes Myanmar, Ini yang Dibahas Wiranto

Wiranto mengusulkan pertemuan beberapa negara untuk membahas masalah konflik Rohingya di Myanmar.

Senin, 30 Okt 2017 15:47 WIB

Pengungsi Rohingya berbaris untuk mnerima bantuan kemanusiaan di kamp pengungsi Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh, Jumat (20/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia Ei Ei Khin Aye. Wiranto mengatakan,  membahas tentang penanganan pengungsi Rohingya.

Kata dia,   potensi masuknya kepentingan terorisme dengan  memanfaatkan celah konflik di Rakhine State juga dibahas.

"Tapi disampaikan bahwa memang sudah ada kelanjutan dari Bali Process, yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri beberapa waktu yang lalu. Dan ini akan segera ditindaklanjuti karena di sana juga sudah bicara masalah-masalah pengungsian, kerja sama menangani masalah perdagangan manusia, human trafficking, terorisme. Jadi kita juga masuk dalam satu wilayah pembicaraan, jangan sampai masalah-masalah di Myanmar itu dimasukin oleh kepentingan-kepentingan terorisme," kata Wiranto usai pertemuan di kantornya, Senin (30/10/2017).

Wiranto menambahkan, Indonesia juga berkomitmen menutup potensi masuknya kepentingan terorisme melalui bantuan kemanusian. Untuk itu, Indonesia memiliki mekanisme guna menyaring bantuan yang datang dari masyarakat sipil.

"Indonesia pun pada saat memberikan keluasaan NGO-nya atau LSM membantu ke sana. Kita tentu memberikan filter, jangan sampai membantu justru mencampuri urusan dalam negeri."

Wiranto mengatakan,  mengusulkan pertemuan beberapa negara untuk membahas masalah konflik di Myanmar. Ia mencontohkan pertemuan enam negara di Manado beberapa waktu lalu yang digelar untuk membahas konflik di Marawi, Filipina.

"Saya justru tadi, memberikan satu pemikiran untuk memberikan bantuan pemikiran seperti halnya pada saat Filipina menghadapi pemberontakan di Marawi," tutur dia.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.