Berkas Lengkap, 2 Pemburu Gajah di Aceh Tengah Terancam Hukuman 5 tahun Penjara

Polisi masih memeriksa 2 tersangka lain yang berperan sebagai pemilik senjata dan penembak gajah

Jumat, 20 Okt 2017 19:39 WIB

Tim dokter dari Pusat Latihan Gajah Saree, Aceh Besar, melakukan otopsi menggunakan metadetektor (alat pendeteksi logam) terhadap bangkai gajah yang mati ditembak di Dusun Payalah, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto : KBR/BKSDA Aceh)

KBR, Aceh Tengah– Dua tersangka penembak gajah  di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda senilai Rp 100 juta. Amrizal dan Azhar disangka  melanggar peraturan tentang satwa dilindungi.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Aceh Tengah, Fadli mengatakan, bukti kedua pelaku tindak kejahatan satwa liar tersebut sudah dinyatakan lengkap untuk dilimpahkan Kejaksaan Negeri Takengon. Kata Dia, keduanya diduga terlibat dalam transaksi perdagangan gading gajah.

”Tersangkanya ini terbukti bermain di dalam sindikat perniagaan gading gajah itu. Gading gajah merupakan salah satu organ yang dilindungi kan begitu. Kemudian, kasus ini sudah P21 atau dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” Kata Fadli menjawab KBR, Jumat Malam (20/10).

Ia menambahkan, polisi sekarang juga sedang melakukan memeriksa dua  tersangka lain atas nama Zubir dan Thamrin. Keduanya  merupakan eksekutor dan pemilik senjata api jenis Ak-56. Senpi tersebut digunakan untuk mengeksekusi gajah yang  ditemukan telah menjadi bangkai di Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (19/7/2017).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, gading gajah yang mati itu dinyatakan hilang di Tempat Kajadian Perkara (TKP) setelah diburu orang tak bertanggung jawab. Kata Dia, bangkai Si belalai panjang itu sudah dalam kondisi membusuk yang diperkirakan mati sejak tiga minggu sebelum ditemukan.

Bangkai gajah ditemukan dalam keadaan kepala  terbelah dengan gading sudah diambil. Di kepala juga ditemukan   bekas tembakan pada bagian tulang rahang.

Tim dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, melakukan otopsi terhadap bangkai gajah yang mati ditembak di Kabupaten Aceh Tengah. Sebilah daging dari organ tubuh Si belalai panjang itu diambil sebagai sampel, karena diduga bersarang proyektil.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur