Syukuri Rezeki, Nelayan Cilacap Gelar Sedekah Laut

"Tiap tahun pada bulan Suro itu dilaksanakan syukuran para nelayan. Karena itu merupakan budaya masyarakat nelayan."

Jumat, 07 Okt 2016 16:59 WIB

Larung atau sedekah laut di Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Cilacap– Nelayan di Kampung Laut Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menggelar larung laut atau sedekah laut, Jumat (06/10/2016).  Ketua Panitia Sedekah Laut Kampunglaut, Sutarno Paino mengatakan gelaran ini merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan oleh nenek moyang masyarakat Kampung Laut dan Cilacap sejak berabad lalu.
 
Kata Sutirno ritual dilakukan selama dua hari, mulai Kamis sore, dengan puncak larungan atau buang sesaji ke tengah laut. Puncak hari ini bertepatan dengan hari Jumat Kliwon bulan Sura (Muharam) dalam penanggalan jawa.
 
Menurut Sutarno, sedekah laut di Kampung Laut selalu dilakukan pada hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon bulan Sura. Sebab, dua hari ini dianggap hari besar atau keramat, bagi masyarakat jawa.

"Larung itu sudah dimulai sejak kakek nini (nenek moyang) kami. Dan itu tidak boleh hilang. Maka, tiap tahun pada bulan Suro itu dilaksanakan syukuran para nelayan. Karena itu merupakan budaya masyarakat nelayan. Tujuannya, kami ini sebagai masyarakat nelayan bersyukur atas rezeki Allah yang diberikan kepada kami." Jelas Ketua Panitia Sedekah Laut Kampunglaut, Sutarno Paino, Jumat (07/10).

 
Lebih lanjut Sutarno mengemukakan, ritual Kamis sore adalah seserahan sesaji dari panitia kepada tetua adat. Selanjutnya, pada Kamis malam, sesaji   didoakan oleh para tetua adat di balai desa masing-masing desa, yakni Ujunggagak, Panikel, Klaces dan Desa Ujungalang. Selanjutnya, pada Jumat pagi, sesaji dilarung atau dihanyutkan ke tengah laut.

 
Sutarno menambahkan, sedekah laut merupakan wujud syukur kepada Tuhan setelah sepanjang tahun nelayan mendapat rejeki dari laut. Sedekah laut juga merupakan doa supaya nelayan dan masyarakat Cilacap secara umum diberikan keselamatan.

 
Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.