Ilustrasi (sumber: Antara)

KBR, Jakarta- Kapolda Papua Barat Roy Lumowa memastikan 24 anggota yang terlibat dalam insiden Manokwari sedang dalam pemeriksaan. Menurut Roy, 24 anggotanya itu terdesak dan terancam oleh massa.

Kapolda menuding anggotanya  diserang dan dilempari batu bahkan sebagian massa  berusaha melakukan pembakaran toko-toko. Untuk itu dia menyambut baik apabila ada penyelidikan lebih detil dari lembaga seperti Komnas HAM terkait persoalan tersebut.

"Saya sangat setuju biar jelas terang duduk persoalannya seperti apa. Saya sangat setuju jika ada penelitian lebih dalam. Saya juga ada pemeriksaan ke dalam, pembinaan ke dalam juga saya kuat. Ngapain saya punya anggota yang nakal, itu akan merusak diri saya sendiri, kalau salah tetap salah," ujar Kapolda Papua Barat Roy Lumowa kepada KBR, Jumat (28/10/2016) 

Roy melanjutkan, "mereka diperiksa bukan sebagai pelaku kejahatan, mereka diperiksa terkait insiden ini. Semua anggota yang ada di situ ada 24 orang yang terdesak itu. Belum semua diperiksa masih dalam proses."

Roy Lumowa menambahkan, anak buahnya sudah menjalankan prosedur yang ditetapkan soal pengendalian massa. Hanya saja, anak buahnya terancam dengan dilempari batu, panah dan juga ancaman penyerangan lainnya.

"Mereka massa anarkis. Bukan hanya pelemparan, sudah pembakaran dan perusakan. Ada toko-toko dijarah, saya ada buktinya. Untung ada polisi, mereka juga berusaha menyerang suku tertentu, kita cegah malah kita yang disikat. Ada juga batu-batu besar, sepertinya sudah disiapkan. Mana ada batu-batu sebesar itu di jalan," katanya.

Terkait penyelidikan, kepolisian juga sudah memintai keterangan warga yang berada di sekitar lokasi insiden. Selain itu, kepolisian juga berusaha meminta salinan rekaman CCTV di lokasi tersebut untuk mengetahui asal mula permasalahan.

"Untuk pelaku penusukan sedang kita cari, kita sedang bongkar CCTV untuk mencari tahu. Sudah kita identifikasi," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!