Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan tersangka dan bukti benih lobster yang akan diselundupkan. (Foto: KBR/Eli K.)

KBR, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan benih lobster BL senilai lebih dari 33 milar rupiah. Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan penindakan terhadap sindikat BL dilakukan di 13 wilayah. Di antaranya Batam, wilayah Jakarta Barat, dan Bandara Soekarno Hatta, sejak 24-30 September 2016.

Penindakan ini, kata Susi hasil kerja sama Bareskrim Polri dan Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan

"Kepolisian, KKP dan kemenkeu sudah berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster 404.385 ekor dengan potensi kerugian negara, yang minimal bisa diselamatkan 33.159.570.000," kata Susi dalam Konperensi Pers Bersama di Gedung Bina Bahari IV KKP Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Susi menambahkan selama setahun ini sudah lebih dari 800 miliar potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan. Namun, potensi itu juga akan lebih besar dua kali lipatnya, jika dibiarkan di laut lepas. Harga satu benih lobster saat ini senilai 12 US dolar.

"Dalam satu tahun ini yang telah diselamatkan 800.034.051.000 itu kalau dinilai harga bibitnya. Kalau itu lobster itu dibiarkan di laut besar di kalikan 200, 300 gram misalnya, dihitung separohnya mati nilainya tentunya mencapai 200 kalinya," ujarnya.

Penyelundupan lobster ini, kata Susi merugikan masyarakat nelayan yang memang menangkap lobster besar.

"Lobster besar ngga ada, ini karena bibitnya diambil," ungkapnya.

Dari hasil penindakan ini, kata Susi sudah ada 17 orang yang ditangkap dan terlibat dalam proses pengiriman, pengangkutan, perdagangan, hingga penyelundupan.  Dari 17 orang, 8 diantaranya sudah ditetapkan bareskrim Polri.

FOTO : Konpers bersama soal penyelundupan benih lobster, dengan KKP, Polri, dan Kemenkeu di Gedung KKP Jakarta 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!