Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)



KBR, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau warganya agar tidak mengikuti demonstrasi terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal Surat Al-Maidah ayat 51 pekan depan. Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengatakan apabila ada warganya yang tetap ingin ikut, agar tidak mengatasnamakan NU.

"Saya sudah mengimbau agar warga NU tidak ikut-ikutan. Tapi kalau terpaksa ingin ikut, satu, tidak mengatasnamakan NU tidak menggunakan atribut NU dan memakai etika jangan sampai merusak. Coba bandingkan kemarin Hari Santri, 50 ribu di Monas santri kumpul, tidak satu pun pohon tanaman rusak. Tidak satupun rambu lalu lintas yang rusak," kata Said Aqil Siradj di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia itu juga melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk kepentingan politik. PBNU juga mengimbau agar warganya untuk secara pro-aktif menenangkan suasana.

"Agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara. Dan tidak memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan," imbuh Said.

Said juga mengimbau agar seluruh masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut PBNU, persatuan dibutuhkan agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan. Said juga menyerahkan proses hukum terhadap Gubernur Ahok kepada kepolisian.

"Mengimbau aparat kepolisian segera melakukan tindakan sesuai prosedur hukum agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah," ujar Said.

Demonstrasi terkait pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu itu akan dilaksanakan Jumat depan, 4 November 2016. Sebagian kalangan menyebutnya dengan "aksi bela Islam II".

Demo serupa juga telah dilakukan pada 14 Oktober lalu. Ribuan orang gabungan dari organisasi masyarakat (ormas) Islam mengecam pernyataan Ahok. Mereka menilai Ahok telah menodai agama. Dalam aksi itu sejumlah tokoh menyerukan pembunuhan.

Gubernur Ahok telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Pada Senin lalu, Ahok diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri.


Editor: Rony Sitangang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!