Peningkatan pengamanan. Dua personel Brimob bersenjata lengkap mengawasi lingkungan ketika berpatroli di sekitar Sarinah, MH. Thamrin, Jakarta, Senin (24/10). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia (Polri) bakal mengerahkan 18 ribu pasukan gabungan untuk menjaga unjuk rasa beberapa ormas pada 4 November mendatang. Pasukan gabungan itu terdari dari Polisi, Satpol PP, TNI dan lembaga lainnya. Kapolri Tito Karnavian memerintahkan pasukan gabungan tersebut mewaspadai pihak-pihak yang bisa membuat kerusuhan.


"Tolong waspadai jangan sampai nanti ada yang ingin mengganggu acara ini. Bisa saja ada penyusup-penyusup yang mengganggu. Kita akan mewaspadai itu. Yang demo juga harus waspada, jangan sampai mereka yang murni menyampaikan pendapat tapi kemudian ada pihak yang menunggangi mereka," kata Tito di Markas Korps Brimob, Senin (31/10/16).

Menurut Tito, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara, namun itu tetap ada batasannya. Pertama tidak boleh mengganggu ketertiban umum, kedua tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain, ketiga harus mengindahkan etika dan moral.

"Kemudian yang keempat dia harus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," tambah Tito.

Tito memetakan beberapa tempat yang menjadi titik kumpul pengunjuk rasa. Di antaranya depan Istana Negara, Masjid Istiqlal dan Gedung DPR/MPR. Selain itu, Polri juga akan menjaga tempat-tempat lain yang mungkin dilewati pendemo.

"Kita menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetap lakukan aktivitas seperti biasa, tapi hindari lokasi yang ada demo, karena di sana jalanan bisa macet," imbau Tito.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!