Jembatan Lembongan Ambruk: 8 Tewas dan 30 Luka

Pencarian korban saat ini sudah dihentikan karena kondisi sudah gelap.

Minggu, 16 Okt 2016 21:45 WIB

Foto: BNPB

KBR, Bali- Sebanyak 8 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat jembatan yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan Kabupaten Klungkung, Bali ambruk pada Minggu (16/10/2016) pukul 18.30 Wita. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pencarian korban saat ini sudah dihentikan karena kondisi sudah gelap.

"30 orang luka adalah 22 orang luka ringan dan 2 orang luka berat. Semua dirawat di puskesmas. Hingga pukul 21.00 Wita pencarian korban dihentikan oleh masyarakat karena kondisi gelap. Selain itu juga sudah tidak ada laporan dari masyarakat setempat yang anggota keluarganya hilang. Namun demikian evakuasi akan dilanjutkan besok pagi," jelas Sutopo dalam keterangan pers yang diterima KBR.

Sutopo menambahkan saat roboh di atas jembatan terdapat banyak warga karena sedang melakukan upacara keagamaan di Pura Bakung Ceningan yaitu Hari Nyepi Segara (tidak melakukan aktivitas di laut sehingga di atas jembatan banyak masyarakat yang melewati jembatan).  

Sebelum runtuh, jembatan sudah goyang-goyang kemudian ambruk. Beberapa pengendara motor dan orang terjatuh ke laut yang sedang surut. Korban yang terjatuh, sebagian kemudian berenang dan berjalan di selat. Sementara, warga lainnya berusaha menyelamatkan korban.

Berdasarkan laporan sementara semua korban adalah masyarakat lokal, tidak ada warga asing. Petugas Basarnas, BPBD dan lainnya belum dapat menjangkau pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan. Kapal Basarnas akan diberangkatkan pada Senin (17/10/2016) pagi pukul 06.00 Wita.

Belum diketahui penyebab pasti jembatan roboh. Namun, jembatan roboh diduga karena kelebihan beban dari warga yang berkumpul di atas jembatan sehingga seling jembatan putus. Jembatan juga sudah beberapa kali rusak dan diperbaiki.

Berikut korban tewas yang sudah diidentifikasi:
1. I Wayan Sutamat, 49, asal Jungut Batu.
2. Putu Ardiana, 45, Lembongan.
3. Ni Wayan Merni, 55, Jungut Batu.
4. I Putu Surya, 3, Jungut Batu,
5. I Gede Senan, 40, Kutampi Np.
6. Ni Wayan Sumarti, 56, Dusun Klatak.
7. Ni Putu Krisna Dewi, 9.
8. Ni Kadek Mustina, 6.

  Baca juga:Masa Tanggap Darurat Pangandaran Diperpanjang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?