Gelar Belasan Pesawat Tempur di Natuna, Kemenlu: Latihan Biasa

"Di manapun kita melakukan latihan di kawasan kita, itu kita akan ada tetangga di dekat kita, mau di sebelah timur, mau di sebelah utara, "

Kamis, 06 Okt 2016 15:19 WIB

Pilot pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 TNI AU berjalan di landasan seusai mengikuti gladi persiapan acara puncak latihan tempur Angkasa Yudha di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Senin (3/10). (

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Kementerian Luar Negeri menegaskan latihan militer TNI Angkatan Udara (AU) di Natuna hari ini merupakan latihan biasa. Juru bicara Kemenlu Arrmanatha Natsir mengatakan, tidak ada pesan apapun yang hendak disampaikan pemerintah terkait latihan tersebut.

Pernyataan ini untuk menepis anggapan bahwa latihan tersebut terkait dengan sengketa Laut Cina Selatan.

"Di manapun kita melakukan latihan di kawasan kita, itu kita akan ada tetangga di dekat kita, mau di sebelah timur, mau di sebelah utara, mungkin di sebelah selatan yang agak jauh, tapi tetap ada tetangga. Sehingga tidak ada message yang kita bisa send, karena memang kita berbatasan dengan, kalau kita lakukan di sebelah timur, apakah itu kita men-send message kepada negara tetangga kita yang sebelah timur? Tidak juga kan? Karena itu kan intinya kita melakukan di kawasan kita," kata Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri, Kamis (6/10/2016).

Arrmanatha Natsir menambahkan, pemerintah Indonesia berhak melakukan latihan militer di wilayah manapun di NKRI.

"Itu adalah kedaulatan Indonesia, untuk melakukan latihan militer di daerah manapun di wilayah Indonesia, selama itu masih di wilayah Indonesia," ujar dia.

Terkait Laut Cina Selatan, beberapa waktu sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan tidak akan melakukan latihan perang dengan negara manapun di wilayah tersebut. Kata dia, hal ini merupakan bentuk sikap pemerintah dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut Cina Selatan.

"Pemerintah Indonesia, sekuat tenaga berusaha agar di LCS, peace and stability, kemudian Indonesia menghimbau kepada semua pihak, untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan instabilitas di Laut Cina Selatan," ujar dia


TNI AU menyiapkan  tujuh pesawat tempur Sukhoi, 10 F-16, dan dua pesawat Hercules  untuk mengikuti latihan tempur Angkasa Yudha 2016 di Kepulauan Riau. Latihan dimaksudkan sebagai  sosialisasi dan memperkuat kemampuan masing-masing skuadron  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR