Ilustrasi. Aktivitas bongkar muat beras impor di pelabuhan. Tanpa tanggal. (Foto: bumn.go.id)



KBR, Jakarta - Lembaga Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai selama dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla gagal mewujudkan kemandirian pangan.

Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus mengatakan realisasi impor pangan strategis seperti beras saat ini sudah melampaui jumlah total impor tahun lalu.

Impor Januari hingga Desember tahun lalu mencapai lebih dari 350 juta dolar Amerika. Sementara impor beras hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai hampir 450 juta dolar Amerika.

"Januari-Desember tahun kemarin, 351 juta sekian. Kemudian di 2016 baru sampai bulan Juli ini udah di atas, nilainya ini udah melebihi impor satu tahun kemarin. Untuk beras saja, baru setengah tahun tapi nilai impornya itu udah setahun yang kemarin, bahkan lebih. Nanti mungkin sampai bulan Desember bisa naik 200 persen," kata Ahmad Heri di kantor INDEF, Kamis (20/10/2016).

Baca: Jaga Pasokan Pangan, Jokowi: Harus Berani Impor

Ahmad Heri Firdaus memprediksi, impor bahan pangan lain seperti gandum dan bawang merah juga bakal membengkak pada akhir tahun.

"Kalau gandum ini, kita lihat sampai bulan Juli saja sudah berapa persen dari tahun kemarin. Artinya ini bisa diprediksi sampai akhir tahun, ini tentu meningkatnya mungkin di atas 50 persen," kata Ahmad Heri.

Keterpurukan Indonesia dalam bidang ketahanan pangan juga ditunjukkan dari peringkat di Global Food Security Index (Indeks Ketahanan Pangan Global). Heri mengatakan dari data GFSI Indonesia hanya menempati peringkat 71 dari 113 negara. Indonesia berada di bawah Vietnam dan Argentina.

"Vietnam, negara baru kemarin, itu peringkatnya 57. Argentina, negara berkembang yang jauh di Amerika Latin sana, yang suka konflik segala macam, peringkatnya 37, sangat ironis sekali sebagai negara agraris," lanjutnya.

GFSI merupakan instrumen untuk menilai ketahanan dan kerawanan pangan secara global, dari 109 negara di seluruh dunia.

Baca: Jelang Tahun Baru, Pemerintah Waspadai Harga Empat Komoditas Pangan

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!