Tangkap Bendahara Tamasya Al Maidah, Polisi: Ada Transfer 75 Juta ke Saracen

"NS ini anggota inti Saracen, NS lalu bayar ke D, dalam mutasi tersebut disebut untuk bayar Saracen."

Senin, 11 Sep 2017 13:59 WIB

Asma Dewi (kiri bawah) tersangka pemesan jasa sindikat Saracen. (Sumber: FB)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta– Tim penyidik Tindak Pidana Siber Polri menangkap seorang terduga pemesan jasa Saracen. Terduga pemesan Saracen ini diketahui bernama Asma Dewi yang juga koordinator Tamasya Al Maidah pada saat Pemilihan Gubernur DKI beberapa waktu laku.

Petugas menangkap Asma Dewi karena melakukan tindak pidana ujaran kebencian yang berbau SARA dan penghinaan. Selain itu, nama Asma Dewi juga tercatat pernah melakukan transaksi  ke rekening anggota Saracen.

“Barang bukti kita sita adalah dua unit device dan postingan SARA. Penyidik sementara dapat info, yang bersangkutan juga pernah transfer uang senilai 75 juta ke NS. NS ini anggota inti Saracen, NS lalu bayar ke D (anggota saracen lainnya), dalam mutasi tersebut disebut untuk bayar Saracen. Kemudian D mentransfer uang ke R bendahara Saracen,” kata Juru Bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto saat ditemui di PTIK, Senin (11/09/17).

Setyo menambahkan, untuk mendalami motif aliran dana ke Saracen, pihaknya masih bekerjasama dengan PPATK, karena menyangkut transaksi keuangan bank.

“Masih didalami lagi motifnya, sementara masih kita gali lagi dengan PPATK,” jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kuasa Hukum Kecewa Vonis Hakim dalam Kasus Spanduk Palu Arit

  • Dianggap Pendatang dan Tak Punya KTP, 700 Warga Lombok Barat Tak Punya Hak Pilih
  • Jutaan Umat Hindu Akan Hadiri Festival Sungai Gangga
  • Petenis Chung Hyeon Ternyata Punya Gangguan Mata

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.