Selasa Besok, Presiden Jokowi Undang Ketua Umum PBNU untuk Bahas Rohingya

"Besok itu Presiden dengan saya sendirian. Lalu, Rabu lusa dengan berbagai ormas," kata KH Said Aqil Siradj.

Senin, 04 Sep 2017 22:31 WIB

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

KBR, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj akan membicarakan masalah Rohingya dengan Presiden Joko Widodo.

Pembicaraan rencananya digelar di Istana Merdeka, pada Selasa (5/9/2017). Said Aqil Siradj mengatakan pertemuan itu untuk membicarakan bantuan  bagi kaum Rohingya di Myanmar.

"Besok saya dipanggil oleh Presiden sekitar pukul 11.30 WIB. Nanti akan saya beri masukan untuk menyempurnakan, melengkapilah apa yang belum ada di benaknya Presiden. Besok itu Presiden dengan saya sendirian. Lalu, Rabu lusa dengan berbagai ormas," kata Kang Said, panggilan KH Said Aqil Siradj saat dihubungi KBR, Senin (4/9/2017).

Baca juga:


Saat ini Indonesia merupakan satu-satunya negara yang masih dianggap oleh pemerintah Myanmar dan menjadi pintu masuk bantuan bagi pengungsi Rohingya.

Untuk mendukung aksi kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Indonesia itu, kata Kang Said, PBNU sudah mengikut sertakan perwakilan PBNU yakni Ali Yusuf yang menjadi Ketua Lembaga Bencana Alam PBNU dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM). Di aliansi itu, PBNU termasuk dalam 11 lembaga yang turut melakukan kegiatan kemanusiaan langsung di Myanmar.

KH Said Aqil Siraj juga mengomentari aksi-aksi solidaritas Rohingya. Menurut Kiai Said, aksi itu tidak akan mengubah situasi karena Rohingya saat ini membutuhkan bantuan nyata.

"Aksi itu engga ada gunanya. Kalau pun ada gunanya, itu juga kecil. Yang ada gunanya itu, saya ketemu Menteri Luar Negeri, saya kasih masukan sebelum berangkat ke sana. Itu ada gunanya. Tidak sekadar bersuara berkoar-koar tidak ada gunanya itu," tambah Kiai Said.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terbakar emosi ketika mendengar atau melihat berbagai pemberitaan tentang penderitaan warga etnis Rohingya. Menurut Kiai Said, tidak semua yang di beritakan benar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas menanggapi hal tersebut.

Kiai Said menambahkan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya agar menggunakan jalur resmi, dan tidak asal-asalan atau disalurkan sembarangan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemenang Tender Beberkan Nama Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla

  • 100 Hari Anies-Sandi, FPDIP Anggap Kebijakan Penataan Tanah Abang Paling Bermasalah
  • AS Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah
  • Barcelona Siapkan Nomor 7 untuk Griezmann, Bukan Coutinho

Susu menjadi asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia dan diperlukan manusia sepanjang hidup, bukan hanya ketika bayi dan balita saja.