Petugas menyemprotkan insektisida untuk memberantas nyamuk guna mencegak penyebaran virus Zika, di bandara internasional Batam. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemerintah tidak punya keberanian untuk memberlakukan larangan bepergian (travel warning) ke Singapura.

Saat ini pemerintah baru sebatas mengeluarkan travel advisory (imbauan tidak bepergian) ke negara tetangga yang sedang digegerkan kasus penularan virus Zika. Travel advisory setingkat lebih rendah dibanding travel warning.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pemberlakuan travel warning sudah sangat mendesak untuk melindungi warga Indonesia dari penularan virus Zika. Menurut Tulus, saat ini sudah ada enam negara di dunia yang mengeluarkan larangan kepada warganya bepergian ke Singapura, yaitu Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong.

"YLKI menduga pemerintah RI ciut nyali dengan Singapura, sehingga belum atau tidak berani mengeluarkan travel warning ke Singapura. Padahal potensi risikonya sangat tinggi karena warga Indonesia adalah pengunjung tertinggi di dunia ke Singapura. Ini aneh bin ajaib. Mestinya pemerintah proaktif melindungi warganya dari potensi besar tertularnya virus Zika dari Singapura, dan negara ASEAN lainnya," kata Tulus Abadi dalam keterangan pers seperti yang diterima KBR, Rabu (14/9/2016).

Baca: Virus Zika Sudah Menginfeksi 500-an Warga 4 Negara di Asia Tenggara

Tulus meminta pemerintah Indonesia tidak mengorbankan warga negara hanya karena mempertimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan Singapura. Padahal, jika virus Zika bergeser menjadi wabah di Indonesia, kerugian yang bakal dialami Indonesia jauh lebih besar.

Resiko warga Indonesia tertular virus Zika di Singapura dianggap sangat tinggi. Tulus merujuk pada data kunjungan warga Indonesia ke Singapura yang mencapai 2,5 juta orang per tahun atau sekitar 6,800-an orang per hari.

"YLKI mendesak pemerintah (Kemenkes) untuk mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia, untuk tidak bepergian ke Singapura, sampai virus Zika di Singapura mereda," kata Tulus Abadi.
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!