Uji Kelayakan dan Kepatutan, BG: Kebangkitan Komunisme Ancam Indonesia

"Perkembangan aliran ekstrem kiri juga terus meningkat ancamannya dengan meningkatnya paham anti-Pancasila di antaranya komunisme,"

Rabu, 07 Sep 2016 13:17 WIB

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Budi Gunawan bersiap mengikuti uji kalayakan dan kepatutan calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di ruang rapat Komisi I Komplek Parlemen Sena

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan ada kebangkitan paham komunisme tumbuh di Indonesia. Dia menyebut hal tersebut mengancam keamanan negara. Ini dia sampaikan saat memaparkan visinya di awal uji kepatutan dan kelayakan dengan DPR.

"Sementara kelompok kriminal bersenjata, baik di dalam maupun luar dapat mengancam kewibawaan pemerintahan dan keamanan WNI seperti penyanderaan WNI di Filipina. Perkembangan aliran ekstrem kiri juga terus meningkat ancamannya dengan meningkatnya paham anti-Pancasila di antaranya komunisme," kata Budi di DPR, Rabu(7/9).

Baca: Koalisi Sipil Tolak BG

Kebangkitan paham komunisme itu digolongkan ke dalam ancaman negara bersama dengan kelompok separatis, kelompok intoleran, ketidakstabilan ekonomi, dan ancaman kondisi geo politik dunia.

Budi menyebut saat ini kondisi geo politik dunia sedang tegang.

"Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia dan sekutunya, semenanjung Korea kini sedang tegang, Tiongkok, konflik di Turki, ini kita perlu waspada terhadap konflik hegemoni ini."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Keberatan Laporan BPK Dijadikan Barang Bukti Praperadilan

  • Kuasa Hukum Setya Novanto Bantah Ajukan Bukti Hukum Ilegal
  • Pemerintah Kaji Opsi Pemindahan Lokasi Rapat IMF-World Bank
  • Bawa Keranda Mayat, Petani Cilacap Tolak Pengurukan Lahan