Suciwati: BG Harus Perjelas Pengungkapan Kasus Munir

"Kalau belum jelas, berarti harus diperjelas, kalau itu indikasinya melibatkan BIN ya berarti dia harus memperjelas itu, mencabut duri dalam daging, supaya kredibilitas BIN supaya bersih lagi."

Sabtu, 10 Sep 2016 17:03 WIB

Istri aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati mengikuti aksi Kamisan memperingati 12 tahun terbunuhnya Munir di depan Istana Merdeka. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Istri aktivis HAM Munir, Suciwati mendesak Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan memperjelas pengungkapan kasus pembunuhan Munir. Ini untuk menanggapi pernyataan Budi Gunawan seusai dilantik, yang menyebut kasus Munir belum jelas.

Suciwati mengatakan, BG memiliki posisi kuat untuk menuntaskan kasus yang juga diduga melibatkan pejabat BIN. Kata dia, komitmen BG bisa mengangkat kembali kredibilitas lembaga tersebut.

"Kalau belum jelas, berarti harus diperjelas, kalau itu indikasinya melibatkan BIN ya berarti dia harus memperjelas itu, mencabut duri dalam daging, supaya kredibilitas BIN supaya bersih lagi, bagus lagi, bawa para penjahatnya itu ke pengadilan, bawa ke ruang hukum,"  kata Suciwati ketika dihubungi KBR, Sabtu (10/9/2016).

Baca juga:

Suciwati menambahkan, BG juga harus membuka data-data yang dimiliki BIN terkait pembunuhan Munir. Data-data tersebut selama ini tidak pernah dipublikasikan.

Seperti diketahui, salah satu pejabat BIN (Deputi V) Muchdi PR sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam pembunuhan Munir. Namun, Muchdi dinyatakan bebas oleh pengadilan lantaran tidak ada bukti kuat.

"Dulu jelas fakta-fakta yang ada di persidangan mengerucut ke arah BIN ya harusnya dia lakukan itu dengan cara memberikan keterangan, memberikan hasil-hasil yang harusnya diberikan sejak dulu, tapi tidak pernah diberikan," tutur dia.

"Itu bisa juga menjadi ruang di mana dia (BG) bisa memperjelas kasus ini supaya juga segera selesai, agar dituntaskan, karena kan nggak  mungkin Pollycarpus, Indra Setiawan yang melakukan itu, karena mereka tidak ada motif," tegas Suciwati.

Suciwati juga mendesak Kepala BIN Budi Gunawan menindaklanjuti hasil rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir. Ia meyakini, BIN merupakan salah satu lembaga negara yang memperoleh berkas tersebut.

"Seingat saya sih waktu itu dikopi sampai 7 ya kalau dari pengakuan keterangan dari Usman ketika dimintai kesaksian di KIP (Komisi Informasi Pusat) kemarin kan, jadi itu untuk siapa saja kan tanyanya sama SBY," kata dia.

Baca juga:

Munir Said Thalib, adalah aktivis HAM yang tewas diracun arsenik. Ia tewas dalam perjalanannya ke Amsterdam, Belanda pada 7 September 2004 silam.





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?