Saat menyegel lahan ini petugas KLHK diancam bunuh. (Foto: KLHK)

KBR, Jakarta- Tim Penyidik KLHK diancam bunuh,   saat menyegel lahan terbakar di Rokan Hulu, Riau. Tujuh petugas KLHK hari ini memberikan pernyataannya kepada media soal kondisi penyanderaan terhadap mereka.

Menurut Ketua tim berinisial E, dalam proses negosiasi, dari Jumat sore sampai Sabtu dini hari pekan lalu, ada beberapa orang yang berteriak memprovokasi warga lainnya, untuk membunuh dan mengintimidasi tujuh petugas penyidik.

"Dalam situasi kegelapan, kami tidak bisa melihat siapa. Tapi ada beberapa orang yang mengatakan, bunuh saja mereka, bakar, buang saja ke sungai. Itu tidak sekali saja, tapi sudah beberapa kali melakukan pemancingan, provokasi," katanya dalam konferensi PERS KLHK di Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa (6/9/2016)

Dalam kondisi terancam, KLHK terpaksa menghapus foto-foto lahan yang terbakar, dan mencabut plang yang sudah dipasang  KLHK. Para penyandera, kata dia juga meminta foto dan video yang ada di pesawat drone dihapus. Namun, KLHK berhasil menyelamatkan foto-foto kebakaran lahan dan hutan di area seluas 2600an hektar lebih tersebut.

Jumlah massa, terus bertambah dari sebelumnya puluhan orang, menjadi hampir ratusan orang. Saat ini KLHK tengah mengumpulkan bukti dan fakta terkait penyanderaan tersebut, sebelum dilaporkan kepada kepolisian. 

Baca: Perusahaan Sawit Bantah terlibat


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!