RS Hasan Sadikin Siap Pisahkan Bayi Kembar Siam Gina

"Tidak kita cepetin karena si bayi yang mempunyai kelainan jantung kurang bagus, sering biru. Jadi harus segera dilakukan tindakan operasi. Dipisahkan,"

Senin, 26 Sep 2016 17:17 WIB

Bayi kembar siam di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat. (Sumber: RS. Hasan Sadikin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bandung- Tim medis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menyatakan bahwa besok akan dilakukan operasi pemisahan bayi kembar siam yang lahir dempet pada bagian dada sampai perut dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Operasi pemisahan bayi kembar siam yang mengalami kelainan dengan istilah medis conjoined twin omphalopagus tersebut dilakukan, akibat salah satu kondisi kesehatan bayi itu mengalami penurunan. Menurut Direktur Medis dan Keperawatan RS Hasan Sadikin, Nucky Hidayat, adanya salah satu bayi yang mengalami penurunan kesehatan ini maka tindakan operasi pemisahan harus segera dilakukan.

"Tidak kita cepetin karena si bayi yang mempunyai kelainan jantung kurang bagus (kondisi kesehatannya) sering biru. Jadi harus segera dilakukan tindakan operasi. Dipisahkan," ujarnya kepada KBR, Senin
(26/9).

Direktur Medis dan Keperawatan RS Hasan Sadikin, Nucky Hidayat mengatakan, untuk sementara data untuk dokter berbagai spesialis yang dikerahkan untuk operasi pemisahan bayi kembar siam dempet perut dan dada, yang dipanggil Gina satu dan Gina  dua tersebut, berjumlah lebih dari sepuluh orang.

Dia menambahkan, persiapan tindakan operasi ini telah dilakukan sejak hari ini dengan melakukan berbagai simulasi oleh para dokter tersebut.

RS Hasan Sadikin Bandung menyatakan tindakan operasi pemisahan itu akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, usai dilakukan pengecekan kondisi kesehatan terakhir terhadap bayi kembar siam yang lahir di RSUD Ciamis, pada  4 Juli 2016 dari pasangan suami istri Syarif dan Gina. Keduanya terlahir melalui operasi caesar dengan berat 5,4 kilogram, tampak aktif, serta tanda vital dan hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Ombudsman Sebut Ada Indikasi Maladministrasi Dalam Kecelakaan Kerja Konstruksi

  • KPU Tegaskan Akan Berikan Sanksi Bagi Parpol yang Pakai Gambar Presiden
  • Petani Garam Jatim Akan Layangkan Surat Protes ke Jokowi

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.