Prostitusi Anak, Polisi Tangkap Germo dan Perekrut di Ciawi

"Saudara U sama juga seperti dengan AR, dia juga mengeksploitasi anak. Sedangkan E, dia yang melakukan seksual pada anak-anak"

Kamis, 01 Sep 2016 14:19 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Bareskrim Polri   menangkap dua tersangka prostitusi daring yang mengeksploitasi anak-anak di Ciawi, Bogor. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Agung Setya mengatakan, pelaku berinisial U dan E masih terkait dengan tersangka AR yang telah ditangkap sebelumnya.

"Saudara U sama juga seperti dengan AR, dia juga mengeksploitasi anak. Sedangkan E, dia yang melakukan seksual pada anak-anak dan juga membantu AR dalam menyiapkan rekening untuk menampung dana yang masuk dari para penggunanya," kata Agung di Mabes Polri, Kamis (01/09/16).

Selain menyiapkan rekening, Agung menjelaskan, tersangka E juga ikut merekrut anak-anak untuk dieksploitasi secara seksual. Tersangka E yang juga berjualan sayur di Pasar Ciawi, Bogor, awalnya hanya mengajak anak-anak untuk berjualan sayur.

"Kemudian kalau mau dapat tambahan uang dia mengajak melakukan itu," ujar Agung.

Pelaku U yang berperan sebagai germo, kata Agung, mengaku hanya mengeksploitasi empat anak. Namun jumlah korban itu masih perlu didalami lagi. Anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual nantinya akan direhabilitasi oleh Kementerian Sosial.

"Kita tempatkan di rumah aman untuk mengikuti program pemulihan sehingga kembali ke orang tua dan masyarakat sudah normal lagi," kata Agung.

Saat ini Bareskrim terus memburu pelaku lain dari sindikat prostitusi anak melalui internet ini. Agung mengatakan, berdasarkan analisis data dan informasi masih ada pelaku lain. Sindikat ini terdiri dari banyak jaringan dan saling terkoneksi.

"Kita terus bekerja untuk mengungkap ini sampai jaringannya, saya ingin menemukan skup yang lebih luar dari AR, U dan E," kata Dia. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.