Foto udara kawasan terdampak banjir bandang aliran Sungai Cimanuk di Kampung Cimacan, Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Barat berencana membentuk tim untuk menyelidiki dugaan pembalakan liar di hulu Sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat. Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan, langkah pertama kepolisian adalah mengecek terlebih dulu laporan alih fungsi lahan dan perusakan di kawasan tersebut.

"Akan membentuk tim, untuk mengecek apakah ada faktor lain yang menjadi penyebab banjir tersebut. Ini masih akan didalami," jelas Yusri Yunus kepada KBR, Sabtu (24/9/2016).

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat menyebut, alih fungsi lahan diduga menjadi salah satu penyebab meluapnya air di Sungai Cimanuk. Kepala BPLHD Jawa Barat, Anang Sudarna mengatakan kondisi hutan gundul di kawasan hulu sungai mengakibatkan arus air dari hulu ke hilir mengalir lebih cepat.

Bahkan dalam waktu dua jam, air Sungai Cimanuk sudah meluap di kawasan Tarogong Kidul. Padahal jarak antara kawasan hulu dan hilir mencapai lebih dari 10 kilometer.

Meski ada temuan itu, Juru Bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengungkapkan, kini jajarannya masih fokus pada evakuasi dan pencarian korban.

"Ini memang kan dibentuk tim untuk mengarah ke sana (penyelidikan dugaan pembalakan liar--Red), tapi sekarang bagaimana caranya menolong korban dulu," imbuhnya.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman sempat mengungkapkan, habisnya tegakan pohon di kawasan hulu lantaran program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) tak sesuai dengan harapan. Ia menuding, sebagian besar masyarakat tidak mampu menjaga hutan dengan baik.

Baca juga:

Teguran pun telah dilayangkan pada Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat sebagai pengampu program.

"Kita sudah lama memberikan peringatan kepada Perhutani dan BKSDA tentang kondisi hutan akibat program PHBM yang tidak sesuai," kata Helmi Budiman di Garut, Jumat (23/9/2016).

Atas dugaan tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian memerintahkan Kepolisian Daerah Jawa Barat, menyelidiki penyebab banjir bandang di Kabupaten Garut.

Banjir yang melanda Garut pada Selasa (20/9/2016) lalu, selain menimbulkan korban tewas juga meluluhlantahkan ratusan rumah milik warga. Tercatat 633 rumah terendam dan sebanyak 57 rumah hanyut. Hingga kini, pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Baca juga: Titik Pencarian Korban Banjir Garut, Diperluas





Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!