Pengamat: Pencalonan Agus Yudhoyono untuk Menguji Popularitas di Pilpres 2019

“Demokrat intinya sudah kalah sebelum bertanding,” kata Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris

Jumat, 23 Sep 2016 09:16 WIB

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (ketiga kanan), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kedua kanan), Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (tengah) dan didampingi sejumlah pimpinan Partai Politik memberikan k

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris menyebut pencalonan Agus Yudhoyono di Pilkada DKI Jakarta, ditujukan untuk menguji elektabilitas dan popularitas putra sulung SBY itu di Pemilihan Presiden 2019.

Kata dia, Partai Demokrat yang komandoi Susilo Bambang Yudhoyono secara realitas politik dalam posisi sulit untuk dapat menggolkan calon yang diusung. Apalagi jumlah suara PDIP di Jakarta yang pada pemilu 2014 lalu mencapai 1,2 juta, bertolak belakang dengan perolehan Demokrat yang hanya 360 ribu suara.

“Demokrat cukup realistis dalam Pilkada DKI ini. Nama Agus, yang merupakan pemain baru dimunculkan untuk kepentingan Pemilihan Presiden 2019. Besar kemungkinan Agus akan diusung menjadi bakal calon presiden 2019 nanti. Hal itu sudah bisa terlihat," ungkap Syamsudidin Haris.

"Sementara bagi partai-partai yang merapat ke Demokrat dalam pilkada kali ini, tidak punya pilihan lantaran sentimen anti-Ahok yang begitu kuat dan juga sakit hati dengan sikap Gerindra dan PKS, yang ngotot akan mengusung Sandi dan Mardani,” lanjutnya.

Selain itu kata dia, nama Agus juga diusung demi meneruskan dinasti politik Cikeas, yang selama ini dikomandoi oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

“Demokrat intinya sudah kalah sebelum bertanding,” ujarnya.

Pukul 03.00 dini hari tadi, Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni diusung empat partai koalisi setelah menggelar pertemuan maraton di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Rabu-Kamis lalu. Pertemuan dihadiri tuan rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan para petinggi partai lain. Diantaranya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PPP Romahurmuzy.

Mewakili Poros Cikeas, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan pasangan Agus-Silvy mendapat dukungan bulat dari empat partai itu.

"Dalam pertemuan yang maraton, akhirnya (Jumat) pagi ini, sepakat berempat, sepakat bulat, kandidat gubernur dan wakil gubernur untuk DKI Jakarta 2017 adalah Agus Harimurti Yudhoyono berpasangan dengan Ibu Sylviana Murni. Akan segera diselesaikan persyatannya, dan hari ini nanti akan segera mendaftar ke KPUD," kata Zulkifli di Puri Cikeas, Jumat (23/9/2016).

Pada pertemuan malam tadi, Sylviana Murni dihadirkan pada saat-saat terakhir, sekitar pukul 02.15 WIB. Pasangan Agus-Sylvi pun akhirnya baru diumumkan sekitar pukul 03.00 WIB.

Zulkifli mengatakan, pengumuman pasangan calon Agus dan Sylviana baru bisa berlangsung dini hari karena partai-partai memerlukan diskusi yang panjang.

Menurut rencana, pasangan Agus-Sylvi akan didaftarkan ke KPUD DKI Jakarta pada Jumat malam pukul 19.00 WIB.

Kubu partai poros Cikeas mengajukan nama Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni setelah tidak mencapai kesepakatan dengan dua partai lain yaitu Gerindra dan PKS.

Baca juga:
Pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Hari Ini Pamitan
Sandiaga Datangi Rumah Prabowo, Koordinasi Dengan Cikeas Alot





Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Ombudsman Sebut Ada Indikasi Maladministrasi Dalam Kecelakaan Kerja Konstruksi

  • KPU Tegaskan Akan Berikan Sanksi Bagi Parpol yang Pakai Gambar Presiden
  • Petani Garam Jatim Akan Layangkan Surat Protes ke Jokowi

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.