Paripurna DPD Setujui Penonaktifan Irman Gusman

"Status pak Irman sudah non aktif sekarang sebagai pimpinan bukan sebagai anggota. Diketuknya di dalam rapat Badan Kehormatan, bukan di paripurna. "

Selasa, 20 Sep 2016 15:13 WIB

Barang bukti operasi tangkap tangan eks Ketua DPR Irman Gusman. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) memutuskan Irman Gusman dinonaktifkan sebagai ketua DPD. Dalam rapat paripurna yang berjalan selama 3 jam, Paripurna akhirnya memutuskan menonaktifkan Irman dari jabatan Ketua DPD.

Wakil Ketua DPD M. Farouk mengatakan, keputusan itu sejalan dengan hasil keputusan Badan Kehormatan DPD. Namun kata Farouk, untuk status keanggotaan Irman Gusman masih menunggu keputusan pengadilan yang yang berkekuatan hukum tetap.

"Status pak Irman sudah non aktif sekarang sebagai pimpinan bukan sebagai anggota. Diketuknya di dalam rapat Badan Kehormatan, bukan di paripurna. Rapat paripurna hanya mendengarkan keputusan BK," jelas Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad di Gedung DPD, Selasa (20/9/2016).

Wakil Ketua DPD M.Farouk menambahkan, untuk mengisi kekosongan perwakilan DPD dari wilayah barat. Maka, akan dilakukan pemilihan kembali DPD dari wilayah Barat.

Sebelumnya, rapat paripurna DPD hari ini berjalan sengit. Banyak anggota yang meminta penonaktifkan Irman Gusman menunggu hasil dari pengadilan yang sudah inkrah. Selain itu, ada juga anggota yang berpendapat menunggu hasil pra peradilan yang diajukan anggota keluarga dan pengacara Irman Gusman.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.